Nias - Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian hari ketiga terhadap korban kapal hilang di perairan perbatasan Aceh dan Nias.
Saat ini tim Search and Rescue dari Pos SAR Nias, Simeuleu, dan Singkil serta Kepolisian Air dan Udara Kabupaten Nias maupun TNI Angkatan Laut berusaha menemukan empat nelayan yang berada di kapal tersebut.
Pencarian hari ini dilakukan di bagian timur perairan Nias, selatan, hingga ke arah utara Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
“Untuk pencarian dan evakuasi hari ini kita kembangkan menjadi empat tim,” ujar Koordinator Pos SAR Nias Bobby Purba, Selasa (28/06/2016) di Kantor Pos SAR Nias.
Tim pertama yang terdiri dari 6 orang melakukan pencarian mulai dari Pantai Lagundri, Nias Selatan, Sumatera Utara, hingga ke arah Kota Gunungsitoli.
Tim kedua dengan 12 orang dari Pos SAR Semeulue dan Pulau Banyak bergerak dari Pelabuhan Gunungsitoli menuju Pulau Onolimbu, Kabupaten Nias.
Tujuh orang dalam tim ketiga melakukan penyisiran mulai dari Gunungsitoli menuju Pulau Wunga di Nias Utara di bawah kendali Polairud Polres Nias.
“Tim ke 4 dari keluarga korban bergerak dari Gunungsitoli di Pantai Moawo menuju Pulau Sarangbau sebanyak 8 orang dengan menggunakan speedboat,” kata dia.
Petugas dari Pos SAR Nias, relawan, serta TNI Aangkatan Laut disiagakan untuk membantu tim pencari.
Jumlah personel yang diturunkan dalam proses evakuasi dan pencarian hari ketiga ini sebanyak 50 orang.
“Sampai sekarang kami terus berupaya hingga dapat selesai mendapatkan para korban yang sedang dicari ini,” kata Bobby.
Kapal bermuatan sirtu dan batubata dengan kapasitas 20 GT itu hilang dalam kondisi cuaca buruk, Jumat (24/6/2016).
Sebelumnya diberitakan Tiga nelayan asal Aceh hanyut terseret gelombang laut sejak Jumat (24/06/2016) pekan lalu.
Perahu mereka diduga mengalami kerusakan pada mesin saat terjadi cuaca buruk dan badai besar.
“Sampai sekarang kami masih melakukan pencarian dengan menyisir di perairan antara Nias dan Aceh,” kata Koordinator Pos SAR Nias Bobby Purba, Senin (27/06/2016).
Menurut Bobby, saat ini tim Search and Rescue, baik dari Pos SAR Nias, Semeuleu, dan Singkil, serta masyarakat nelayan setempat sedang mencari nelayan yang menggunakan perahu bermuatan sirtu tonase 20 GT.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar tentang keberadaaan nelayan tersebut.
Buruknya cuaca membuat Tim SAR dan Polisi Air dan Udara Polres Nias kesulitan melakukan pencarian.
Bobby mengatakan, terdapat sebuah boat yang tidak memiliki nama kapal, berwarna dek biru, dan dasar bawah merah hati di antara Palambak dan Pulau Pinang, perjalanan dari Singkil menuju Pulau Haloban Aceh.
“Tim SAR dari Semeulue saat ini sudah berada di posisi menuju perairan Nias, begitu juga dengan tim SAR dari Singkil. Kapal diduga menuju Nias akibat arus,” kata dia.
(kompas)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.