Adi Maros: Tgk Sarjani Selalu Mengganjal TA Khalid

Banda Aceh - Calon Bupati Aceh Timur, Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros mengatakan Tgk Sarjani selama ini selalu mengganjal setiap langkah ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid. Sebagai kader Gerindra dirinya mengaku paham bagaimana Tgk Sarjani mengganjal TA Khalid saat maju sebagai anggota DPR RI.

Sebelumnya diberitakan Sarjani Abdullah Ketua DPW Partai Aceh Pidie, dengan tegas menyatakan menolak keputusan Muzakir Manaf yang menetapkan cawagubnya tanpa melalui musyawarah partai.

“Yang kami tolak keputusan Ketua DPA-PA Muzakkir Manaf yang telah memutuskan sepihak calon wakil gubernur tanpa melalui musyawarah partai. Keputusan dilakukan Mualem secara sepihak dengan menunjuk sesuka hati beliau,” kata Sarjani Abdullah seperti dilansir dari Serambi Indonesia. Minggu 5 Juni 2016.

Sarjani yang juga Bupati Pidie mengatakan, pihaknya sangat menghargai keputusan yang diambil Muzakkir Manaf. Sayangnya, kata Sarjani, keputusan tersebut melanggar AD/ART Partai Aceh karena dilakukan tidak melalui musyawarah partai.

Untuk itu, tandas Sarjani, Mualem harus mengubah kembali nama calon wakil gubernur yang telah dipilihnya sendiri. Menurutnya, calon wakil gubernur yang mendampingi Mualemuntuk lima tahun ke depan harus diputuskan melalui rapat partai.

“Kami setuju siapa saja figur yang digandeng Mualem menjadi calon wakil gubernur jika pemilihannya melalui rapat partai. Termasuk jika dalam rapat partai terpilih TA Khalid. Karena rapat yang digelar sebelumnya di Banda Aceh berakhir ricuh,” kata Sarjani.

Menurut Sarjani, Muzakkir Manaf juga telah membuat pernyataan sikap saat rapat yang digelar di salah satu hotel di Banda Aceh. Di mana jika TA Khalid dipilih sebagai wakil gubernur mendampinginya harus dibuktikan dengan surat perjanjian antara Partai Aceh dengan partai nasional.

“Maka kami akan mendukung. Akan tetapi, kami belum melihat dan menerima surat perjanjian PA dengan partai nasional yang mendukung TA Khalid. Partai nasional pun akan membuat surat secara tertulis mendukung PA,” tegas Sarjani.

Ia mendesak Muzakkir Manaf supaya komitmen yang pernah dibuat dengan dirinya, Zulkarnain dari Pase, Darwis Jeunieb, Abu Razak, dan Aiyub Abbas dari Bate Iliek serta beberapa rekan lainnya agar dijalankan dengan membuat kesepakatan secara tertulis PA dengan partai nasional terhadap wakil gubernur.

“Jika partai nasional tidak setuju, komitmen Mualem saat itu di depan kami akan bersedia memilih cawagub yang lain. Tapi, kenapa sekarang Mualem memutuskan sepihak terhadap wakil gubernur? Kenapa dilanggar kesepakatan yang telah dibuat dengan kami ketika duduk di salah satu hotel di Banda Aceh beberap bulan lalu,” demikian Sarjani Abdullah. (red/serambi)

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply