Astagfirullah! Penulis Buku Ini Lecehkan Nabi Muhammad SAW di Media Sosial

aceh-new-main-landing

Jawa Tengah – Polda Jawa Tengah (Jateng) memburu pelaku penistaan agama (hate speech), Ahmad Fauzi. Pasalnya yang bersangkutan melecehkan dan menyebarkan kebencian terhadap Islam di akun Facebook dan Twiiter nya.

Informasi yang dihimpun , Rabu (6/1/2015) menyebutkan, Ahmad Fauzi diburu polisi setelah dilaporkan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah.

“Fauzi sebagai penulis yang memasarkan buku dengan cara tak elegan. Biar bukunya terjual, menurut Zainal, dia berkoar di Facebook sambil menistakan agama,” kata Ketua Tim Advokasi FPI Jawa Tengah Zainal Abidin Petir.

Sementara Ahmad Fauzi membantah telah melecehkan Islam. Menurutnya, apa yang ia tulis berdasarkan referensi dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Saya tak bermaksud menista agama. Apa yang saya tulis di media sosial berdasarkan pada referensi, seperti disiplin ilmu ulumul Quran, sosiologi, antropologi, psikologi, hingga filsafat,” ujarnya.

Salah satu status yang dipasang Fauzi di akun media sosialnya, yang membuat kaum muslimin gerah adalah pendapatnya yang menerangkan bahwa Islam adalah agama kekerasan dan Nabi Muhammad adalah manusia paranoid.

“Islam adalah agama kekerasan. Lihat saja Qur’an penuh dengan ayat-ayat pedang. Hal ini berakar dalam kepribadian nabi yang agresif dan paranoid,” tulisnya.

Dalam surat panggilan pemeriksaan bernomor: B/536/XII/2015 Reskrimsus, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan kepolisian sedang menangani kasus ini. Fauzi dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Inilah empat status Facebook Ahmad Fauzi yang dinilai melecehkan dan menistakan Islam:

“Islam adalah agama kekerasan. Lihat saja, Qur’an penuh dengan ayat-ayat pedang. Hal ini berakar dalam kepribadian nabi yang agresif dan paranoid”.

“Aku tidak bisa mengagumi Muhammad karena ia bukan manusia. Manusia yang dianggap lepas dari segala dosa, itu bukan manusia lagi”.

“Bagaimana ya rasanya membaca Quran sambil minum congyang (minuman keras (miras) khas Semarang)? Kayak tarian kuantumnya heisenberg atau dancing wuli master?”

“Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri apalagi nabi, tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest. Maka diusirlah mereka dari surga”. (medansatu)

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply