Banda Aceh - Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali mempertanyakan sikap pemerintah kota Banda Aceh yang mengundang sejumlah imam dari Arab Saudi dengan alasan menghidupkan 10 malam Ramadhan terakhir, Pemerintah Kota Banda Aceh mendatangkan tiga imam dari Arab Saudi. Ketiganya yakni Syeikh Anas Abdulrahman Bushahha, Syeikh Ali Mohammed Al-Syehri, dan Syeikh Abdulaziz Mudhhi Al-Harbi.
“Menangnya Aceh kekurangan tengku, ulama atau hafidz sehingga harus mengundang para imam dari Arab Saudi. Tentu pemkot mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk mendatangkan imam dan stafnya. Alangkah baiknya memperdayakan para hafidz Aceh yang kini semakin banyak, misalnya yang kini heboh di Indonesia, imam mesjid kampus ITB Muzammil Hasballah yang memiliki suara sangat merdu, atau Takdir Feriza yang kini diundang pemerintah Turki, jika yang muda-muda ini ditampilkan akan menimbulkan semangat belajar Alquran dari generasi muda Aceh,” ujarnya kepada HarianMerdeka.com
Video mahasiswa ITB asal Aceh ini sudah ditonton lebih 1,1 juta kali di youtube. Berikut penampakan videonya.
Tgk Faisal Ali menambahkan belum tentu yang diundang pemkot ini memahami kearifan lokal Aceh. “Yang kita khawatirkan jika ada perbedaan pandangan antara imam Arab Saudi dengan imam di Aceh menimbulkan salah persepsi, dan menimbulkan gejolak, sudah lagi muncul berita orang Aceh tidak menghargai tamu, lebih baik diberdayakan imam-imam Aceh” ujarnya.
kebijakan pemkot ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Sebelumnya diberitakan tiga imam dari Arab Saudi diundang pemkot Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam kota Banda Aceh. Kepala dinas DSI Banda Aceh, Mairul Hazami menyebutkan, pihaknya sudah dalam tiga tahun terakhir selalu mengundang imam hafiz Al-Quran 30 juz dari Arab Saudi guna memotivasi masyarakat untuk menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan. “Jangan pada awal-awal Ramadan saja masjid penuh, tetapi sebagaimana tuntunan Rasul untuk memperbanyak ibadah pada 10 malam terakhir Ramadan.”
“Mulai nanti malam hingga 30 Ramadan nanti, Syeikh Anas dan Syeikh Ali akan mengimami Salat Isya, Tarawih dan qiyamul lail hingga Salat Subuh di Masjid Agung Al-Makmur, Lampriet dan Masjid Baitul Musyahadah (Kupiah Meukeutop), Seutui. Sementara Syeikh Abdulaziz akan mengikuti jadwal dari Pemerintah Aceh,” kata Mairul.
(red/humaspemkot)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.