Belum Genap Setahun Memimpin, Amin-Zainal Sudah Buktikan Kinerja

0

Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin dinilai sangat fokus meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.

Hal ini terbukti dari berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah kota Banda Aceh dalam mengurangi dampak rentenir di pasar-pasar. Belum lagi dimasa ini, warga mendapatkan santunan kematian dan melahirkan.

Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi NasDem, Abdul Rafur menilai Amin - Zainal sangat berkomitmen menggerakkan ekonomi rakyat kecil yang sempat terjerat aksi rentenir.

“Pendirian LKMS Mahira Muamalah adalah bentuk kepedulian mendalam dari seorang pemimpin yang prihatin melihat nasib pedagang kecil akibat jeratan para rentenir,” kata Rafur.

Rafur juga mengkritisi pernyataan dari anggota DPRK Banda Aceh Fraksi Demokrat yang mengatakan kota Banda Aceh semakin semraut.

“Pemimpin kota sengaja memberikan ruang bagi warga kecil untuk berjualan jelang lebaran, agar mendapat penghasilan tambahan untuk berhari-raya. Wajarlah setahun sekali pedagang kecil memanfaatkan sedikit lahan untuk berdagang. Mereka hanya pedagang musiman yang akan hilang usai lebaran,” kata Rafur.

Rafur menjelaskan sejumlah kepala dinas masih diisi oleh rezim lama, hal ini yang menyebabkan kerja cepat Amin - Zainal belum maksimal.

“Ada beberapa kadis yang harus ditinjau ulang, Wali Kota sudah gerak cepat dalam pembenahan kota, namun banyak kadis yang hanya jalan ditempat, seperti kondisi taman kota yang mulai terlantar, minim perhatian, kadisnya harus ditempati sosok yang ideal,” kata rafur.

Rafur menilai kondisi drainase juga terus dilakukan pembenahan, seperti pembersihan rutin, namun peran aktif warga untuk menjaga kebersihan drainase sangatlah penting. Apalagi petugas masih sangat terbatas.

Masalah air bersih menjadi prioritas utama Amin - Zainal, dimana saat ini pasokan air bersih terus dibenahi dengan target 1 Januari 2020 masalah air bersih akan selesai, namun dibutuhkan anggaran yang cukup besar, Pemko berharap dukungan APBN dan APBA 2019.

Rafur menjelaskan rezim sebelumnya tidak mampu membenahi air bersih dan hanya berkeinginan membangun gedung Madani di depan kantor gubernur Aceh yang kini bermasalah dan dalam status pemeriksaan aparat berwajib.

Padahal jika dana pembangunan gedung Madani yang mencapai 100 M ini digunakan untuk pembenahan air bersih, maka air bersih akan tuntas.

“Tidak benar tudingan Amin - Zainal membangun gedung mewah, itu semuanya peninggalan rezim lama, Amin - Zainal lebih fokus pada ekonomi kerakyatan yang lebih bermanfaat, daripada gedung Madani yang bermasalah itu,” katanya.

Tokoh masyarakat Lueng Bata, Fauzan yang juga menjabat sebagai Keuchik Lamdom mengatakan Wali Kota Banda Aceh terus membenahi segala sesuatu yang gagal dibenahi oleh rezim sebelumnya.

Sepatutnya anggota DPRK Banda Aceh memberikan masukan yang membangun bukan cuma hanya mengkritik dengan tujuan meraih simpati warga jelang pileg 2019.

“Kalau mau kritik jangan memojokkan pemimpin, tapi kritiklah yang sifatnya membangun. Banda Aceh ini milik kita bersama, maka semua kita harus berjuang, jangan jadi penonton, kalau jadi penonton semua yang kita lihat pasti ada kurang nya. Kalau jadi dewan jangan sibuk dengan aspirasi tapi motivasi untuk membangun daerah dan masyarakatnya. Semua leading sektor harus kita perhatikan. Ini dewan hanya pandai ngomong tidak mampu memberikan solusi,” kata Fauzan.

Usman tokoh muda Banda Aceb mengatakan pengusaha nasional, Chairul Tanjung bahkan datang langsung ke Banda Aceh karena melihat potensi ekonomi yang sangat positif.

“Sekaliber Chairul Tanjung, orang terkaya nomor 7 di Indonesia, datang ke Banda Aceh ingin investasi adalah hal luar biasa. Ini bukti bahwa beliau yakin Banda Aceh akan semakin berkembang dibawah kepemimpinan Aminullah Usman. Jadi aneh jika ada oknum dewan yang mengatakan Banda Aceh adalah kampung besar, ini sangat tendensius, tapi ini wajar, karena beliau dulu adalah pendukung rezim yang kalah saat pilkada. Masih belum ikhlas menerima kekalahan telak saat pilkada,” kata Usman.

Warga Kuta Alam, Nurul mengaku banyak terobosan yang sudah dilakukan oleh Wali Kota. “Kami setiap hari minggu kini bisa berdagang di acara Car Free Day, tanpa harus bayar sewa tempat, hal ini sangat membantu kami warga Kuta Alam yang tinggal dekat dengan lokasi CFD, ada 60-an UKM yang mendapatkan manfaat dari CFD,” katanya.

“Selain itu, kami juga sangat terbantu dengan pinjaman tanpa riba yang diberikan oleh Pemko Banda Aceh melalui PT MMS,” jelasnya.

Pemerintah Banda Aceh ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kota zikir. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman terus melakukan komunikasi dengan Timut Tengah agar Banda Aceh dibangun pusat zikir dunia yang terbesar di Indonesia.

Santunan kematian, melahirkan, pemberian zakat bagi fakir dan miskin serta pemberdayaan difabel sudah dilakukan meskipun Amin - Zainal belum setahun menjabat.

Hal ini membuat masyarakat Banda Aceh optimis, Banda Aceh akan terus berbenah menjadi kota yang gemilang dalam bingkai syariah. (drs)

Facebook Comments