Banda Aceh - Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi NasDem, Abdul Rafur memuji gerak cepat PDAM Tirta Daroy Banda Aceh dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi warga.
Rafur mencontohkan, hampir 300 KK warga miskin di Baiturrahman dan Lueng Bata yang digratiskan sambungan baru PDAM tanpa dikutip biaya sepeserpun.
“Tidak hanya warga miskin, PDAM Tirta Daroy juga memberikan sambungan air bersih gratis untuk Taman Pengajian Alquran (TPA) di gampong-gampong namun hal ini tidak pernah terekspos oleh media,” kata Rafur.
” Saya mengapresiasi langkah-langkah dan kebijakan gerak cepat Direktur PDAM pak Ayub dalam bekerja, untuk itu coba kita kasih kesempatan dan beri waktu beberapa tahun dalam menyelesaikan permasalahan PDAM. Menurut saya PDAM sekarang sudah lebih baik cuma butuh waktu saja dan beri kesempatan untuk berbenah lebih baik, jangan sedikit-sedikit ganti, saya tahu betuk pak Ayub itu orang nya gampang di telpon kapan saja dan di dalam situasi apa pun, jika ada kendala air bersih,” katanya.
Rafur mengatakan tidak ada direktur PDAM di Indonesia yang berani mempublikasikan nomor handphone pribadi untuk menampung keluhan warga, selain Dirut PDAM Tirta Daroy.
“Membenahi PDAM tidak bisa membalik telapak tangan, beliau baru 2 tahun menjabat sudah banyak melakukan terobosan, saya yakin target Wali Kota Banda Aceh tahun 2020 air lancar, akan terwujud, dan untuk itu butuh dukungan dari anggaran dari kawan-kawan di DPRK,” jelas Rafur.
Rafur juga menyesalkan isu air bersih menjadi jualan caleg untuk menarik simpati warga. “Jangan untuk ambisi pribadi, anda cari simpati dengan mengorbankan orang lain” kata Rafur.
Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Ayub mengatakan dirinya terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi warga.
“Dua tahun terakhir, Banda Aceh sedang membangun infrastruktur dan banyak pipa induk yang terkena imbas proyek, dan sekarang seiring proyek besar sudah hampir selesai, kita bisa menata kembali jaringan perpipaan,” katanya.
Ayub juga berharap warga kota bisa segera melaporkan kebocoran sekecil apapun dk setiap gampong agar segera diambil tindakan oleh PDAM.
“Kebocoran kecil ini bisa berbahaya dalam jangka waktu panjang, bisa masuk tanah, pasir dan akar pepohonan, yang berujung pada tersendatnya aliran air bersih kepada warga,” kata Ayub.





















