DPRA Kritik Acara Tarian Massal Peringati 13 Tahun Tsunami Aceh

0
Mahasiswa pegiat seni Aceh di Yogyakarta yang tergabung dalam Seuniman Rapa’i Aceh Yogyakarta (Seuraya) menggarap tarian massal untuk memperingati 13 Tahun tragedi gempa dan Tsunami Aceh. @Ist

Banda Aceh - Anggota DPRA dari Fraksi PA, Abdullah Saleh mengkritik aksi tarian massal yang dilakukan pegiat seni di Jogja. Tarian ini dalam rangka memperingati 13 tahun musibah gempa bumi dan tsunami.

Berikut pernyataan yang ditulis Abdullah Saleh melalui media sosial miliknya.

“Nilai-nilai pada masyarakat Aceh yang dikenal religius kini berubah. Musibah tsunami yang begitu dahsyat di peringati dengan tarian massal. Pemimpin negeri inipun ikut menggeser makna musibah dengan memperingati pertandingan bola sepak “Tsunami Cup”. Entah apa penyebab negeri ini menjadi begini? Upaya kita mengembalikan kedalam tatanan syari’at bagaikan tak bergeming. Pantaskah musibah yang merenggut 200.000 jiwa lebih kita peringati dengan tarian massal dan bola kaki. Nauzubillah, kita berlindung kepada Allah dari musibah besar ini. Hanya Engkau ya Allah yang dapat melindungi kami dari segala macam bencana,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan mahasiswa pegiat seni Aceh di Yogyakarta yang tergabung dalam Seuniman Rapa’i Aceh Yogyakarta (Seuraya) menggarap tarian massal untuk memperingati 13 Tahun tragedi gempa dan Tsunami Aceh. Tarian massal itu bertajuk 13 Tahun Smong: Bangkit Dalam Doa dan Budaya.

Smong merupakan istilah Tsunami yang populer dikalangan masyarakat Aceh, khususnya wilayah Simeulue.

Ketua Seuraya, Muhammad Alfarra, mengungkapkan bahwa tarian massal pertama di Yogyakarta ini mengambil garapan Tari Pukat. Tarian ini mengikutsertakan 200 penari gabungan pria dan wanita dari berbagai sanggar dan komunitas tari Aceh di Yogyakarta.

“Sejauh ini persiapan sudah sesuai target, insya Allah 2 kali latihan lagi kita sudah siap,” ujar Farra pada Minggu (24/12).

Tarian massal ini akan disaksikan oleh seluruh masyarakat Aceh di Yogyakarta dan sekitarnya. Selain itu juga turut mengundang masyarakat umum dan tidak dikenakan biaya apapun bagi para penonton.

“Insya Allah kita akan tampilkan tari massal tepat pada tanggal 26 Desember besok, hari selasa pukul 15.00 di lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada.

Tarian massal ini merupakan rangkaian dari Peringatan 13 Tahun Smong yang diselenggarakan oleh Seuraya dan Taman Pelajar Aceh. Selain Tarian Massal, juga diselenggarakan acara zikir dan doa bersama. (red/portalsatu)

Facebook Comments