Duet Aminullah Usman dan Darwati Kandidat Terkuat Walikota Banda Aceh 2017
Pilkada Banda Aceh 2017
Banda Aceh - Jelang pemilukada Banda Aceh 2017 sejumlah nama kandidat terus bermunculan. Selain Illiza yang dipastikan akan mencalonkan kembali, kini bermunculan nama-nama kandidat yang siap memperebutkan kursi nomor satu di Banda Aceh. Analisa HarianMerdeka.com , Aminullah Usman yang kalah pada 2012 lalu kemungkinan besar akan kembali bertarung pada 2017. Informasi dari orang dekat pak Amin mengatakan, pak Amin sedang menjajaki calon wakil walikota yang mampu membendung suara Illiza.
Adapun calon wakil walikota yang dianggap cocok mendampingi Aminullah Usman adalah Darwati A Gani, yang merupakan istri dari Irwandi Yusuf. Darwati saat ini tercatat sebagai wakil rakyat di DPRA dari daerah pemilihan Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Darwati adalah salah satu tokoh di Partai Nasional Aceh (PNA).
Sejumlah masyarakat yang dimintai tanggapan terkait duet Aminullah Usman dan Darwati mengaku yakin pasangan ini akan menang pada Pilkada 2017. Dharma, seorang dosen di Banda Aceh mengatakan duet tersebut adalah kolaborasi yang sangat sempurna. ” Pak Amin tidak diragukan lagi berhasil memimpin Bank Aceh hingga sebesar sekarang, Darwati politisi yang dikenal merakyat dan keibuan. Kalau pasangan ini ikut Pilkada nanti, 50 persen suara akan diraih, ini prediksi saya, karena Banda Aceh saat ini seperti tanpa ada Walikota, auto pilot istilahnya,” ujarnya.
Jika ditelisik dari pilgub Sumut lalu, mantan dirut Bank Sumut yang dianggap berhasil membangun bank Sumut, yakni Gus Irawan Pasaribu menjadi kandidat yang cukup diperhitungkan meskipun kalah dari Incumbent, Gatot Pujo. Aminullah Usman yang berhasil membesarkan Bank Aceh seharusnya menjadi calon gubernur atau wakil, seperti mantan dirut Bank Sumut. “Mungkin saja pak Amin ingin membangun kota Banda Aceh dulu, jika berhasil baru naik ke level provinsi,” ujarnya.
Peluang memimpin Banda Aceh lima tahun kedepan sangat terbuka bagi pasangan Aminullah Usman dan Darwati dikarenakan tidak ada lagi calon incumbent semenjak Mawardy Nurdin meninggal dunia. Illiza yang menggantikan almarhum Mawardy Nurdin dianggap sulit memenangkan pilkada Banda Aceh karena seorang perempuan. “Warga Aceh masih tabu memilih pemimpin seorang perempuan, 2012 lalu umumnya mereka memilih sosok Mawardy Nurdin bukan karena Illiza, sulit Illza menang karena dia perempuan, karena kita di Aceh” ujar Dharma.
Sejak pilkada langsung di Aceh belum pernah ada calon walikota atau bupati dari unsur perempuan yang memenangkan pilkada. Apakah Illiza akan mematahkan mitos ini ? kita tunggu saja Desember 2017 mendatang. (red)
Leave a comment
You must be logged in to post a comment.