Sabang - Walikota Sabang Zulkifli H Adam mengaku berang mendapat laporan negatif Hotel Sabang Hill, merupakan aset milik Pemerintah, telah dijadikan ajang pesta mabuk-mabukan dan tempat dugem musik DJ.
Akses dari terkuaknya laporan tersebut dipastikan permohonan izin perpanjangan kontrak tahun 2016 ini akan diputus, karena dinilai telah menyalahi aturan syariat Islam dan tidak lagi diperpanjang.
“Saya akan putuskan kotrak Hotel Sabang Hill, tidak akan kita perpanjangan tahun 2016 ini, contoh yang tidak baik dan bisa merusak moralitas” tegas Walikota Sabang Zulkifli H Adam.
Ditemui saat pertemuan dengan para Imam Mesjid, Meunasah se kota Sabang dan serta wartawan, pengurus, anggota PWI kota Sabang di Aula Walikota Sabang kemarin, Zulkifli H Adam menyampaikan, semua masyarakat Sabang mendukung majunya Pariwisata.
Namun, pariwisata bukan berarti bebas berbuat sesuka hati, semua ada aturan dan norma hukum berlaku. Semua orang sudah tahu kita ini Aceh daerah Syariat Islam.
Menurutnya, laporan dan masukan dari para imam mesjid/meunasah dan para insan Pers merupakan bentuk kepedulian besar terhadap Kota Sabang.
Pada dasarnya, Hotel Sabang Hill, aset Pemko Sabang, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar terhadap penambahan PAD dan dapat dikelola dengan managemen professional. Namun ternyata tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Malah sebaliknya, Hotel dijadikan tempat mabuk-mabukan dan ajang Hura-hura dibuat seperti diskotic, sudah pasti semua masyarakat Sabang tidak menginginkan. “Saya minta Satpol PP segera bertindak, apapun alasanya bilang ini perintah saya, kalau ada aparat yang beking segera laporkan.
Ini Aceh, jadi jangan seenaknya aja berbuat, kita mau wisata Sabang ini berjalan sesuai harapan kita sebagai wisata yang bersyariat, wisata islami yang memiliki aturan sendiri,”tegas Zulkifli yang turut didukung para imam mesjid/meunasah sekota Sabang.
Diketahui dalam pertemuan tersebut terungkap, penggelola Hotel Sabang Hill TY sudah sering mengadakan party dengan menyulap hotel menjadi diskotic sekaligus pesta miras.
Aksi terang-tarangan itu ternyata semakin menjadi, puncaknya pada malam pergantian tahun baru 2016 tepatnya pada malam jumat Hotel Sabang Hill dijadikan diskotic diramaikan dengan DJ music House dan pesta miras serta kembang api. Sehingga mendapat kecaman keras dari masyarakat dan para ulama sekota Sabang.
Senada juga didukung Ketua MPU kota Sabang Tgk M Yakop SH, meminta Walikota Sabang untuk merespon semua masukan serta laporan yang telah disampaikan, dan segera ditandaklanjuti demi menjaga nama baik kota Sabang.
Untuk menegakan kebenaran jangan pernah takut, pada perinsipnya baik buruk Sabang terletak pada para pemimpin. “Artinya, semua kita yang ada di forum ini ikut bertanggung jawab bersama menjaga Sabang, harapan dan tujuan bapak Walikota Sabang harus sama-sama kita dukung.
Fungsikan semua pengajian di setiap gampong-gampong, kita buat qanun aturan sangsi yang akan kita terapkan bagi siapapun yang melanggar terutama oknum masyarakat Sabang yang sengaja melanggar,” harapnya. (rakyataceh)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.