Banda Aceh - Warga mendesak pimpinan hotel Grand Nanggroe membuka rekaman CCTV guna mengetahui siapa saja pengguna jasa PSK Online.

Hal ini sekaligus membantah asumsi bahwa Grand Nanggroe sengaja membiarkan praktik prostitusi di hotelnya.

“Lebih baik Grang Nanggroe buka rekaman CCTV mulai dari lift hingga setiap sudut hotel sehingga nantinya terlihat apakah ada keterlibatan pihak hotel atau murni pihak mucikari,” kata Sofyan warga Lueng Bata.

Senada dengan Sofyan, Rosnita, warga Banda Aceh juga meminta pihak manajemen hotel melaporkan rekaman CCTV sebulan terakhir kepada kepolisian agar terungkap siapa saja pengguna PSK Online itu.

“Saya curiga, suami saya sering hilang tengah malam. Makanya kami mau lihat rekaman CCTV Grand Nanggroe. Apakah suami saya ada nyangkut disitu, kalau ada langsung saya ceraikan, detik itu juga, kalau tidak ada ya Alhamdulillah. Kami ibu-ibu ini susah kalau suami gak pulang ke rumah, apalagi sejak munculnya kasus ini,” katanya.

Wali Kota Banda Aceh bersama muspida sebelumnya sudah memanggil pemilik dan penanggung jawab hotel ke balaikota agar tidak menyalahi izin yang diberikan.

Wali Kota mengancam akan mencabut izin usaha jika pihak hotel melakukan pelanggaran syariat.

Akankah pihak Grand Nanggroe Hotel akan membuka rekaman CCTV kepada kepolisian, menarik untuk ditunggu.

Facebook Comments
SHARE
Previous articleGSR Milad, Santuni Yatim dan Piatu