Banda Aceh - Ketua Himpunan Masyarakat Simeulu (Himas) Banda Aceh, Hasbi Baday mendukung dan mengapresiasi langkah Mahasiswa asal Simeulue yang menolak masuknya transmigran asal Jawa ke pulau tersebut.
Hasbi menjelaskan seharusnya pemerintah kabupaten Simeulue meminta masukan dari tokoh masyarakat yang ada di Simeulue ataupun luar daerah. ” Kami meninggalkan Simeulue karena tidak adanya kepastian kesejahteraan karena tidak adanya konsep pembangunan perekonomian jangka panjang, kami menduga hal ini untuk kepentingan politik 2017 dalam mempertahankan posisi bupati incumbent,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan atusan mahasiswa yang menamakan diri Solidaritas Peduli Simeulue (Solusi) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (22/12) pagi. Mahasiswa menolak program transmigrasi di pulau Simeulue. Seperti diketahui, Pemerintah Simeulue berencana membuka lahan transmigrasi untuk 1.100 kepala keluarga (KK) seluas 2.750 ha. (serambi/red)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.