Banda Aceh - Aroma persaingan merebut kursi Banda Aceh 1 sudah terlihat. Walikota saat ini, Illiza Sa’aduddin Djamal dipastikan maju melalui jalur partai politik PPP. Meskipun PPP hanya memiliki 3 kursi di DPRK Banda Aceh, bukan hal sulit bagi dirinya ‘merayu’ 2 kursi lainnya.
Sebagai calon petahana, Illiza tetap menjadi unggulan teratas dari sejumlah nama yang muncul. Meskipun beberapa hari lalu muncul hasil survei yang memenangkan Irwan Djohan dari Aceh Branding Institue (ABI) namun hasil survei ini masih diragukan publik karena ABI bukanlah lembaga sekelas Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang hasil surveinya sudah diakui publik.
Menanggapi hasil survei ABI, sekretaris PPP Kota Banda Aceh, Munzir mengatakan Illiza sudah sangat populer dan tidak tergantung hasil survei pesanan. “Illiza Kaseup popularitas, jadi hana tergantung ngen survei pesanan,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari PAN, Muslim Aiyub mengatakan Irwan Djohan jangan ambil resiko untuk mundur dari anggota DPRA.
Namun rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal M.Eng menanyakan hasil survei tersebut. “Ya bagus, tetapi apakah real atau survei pesanan untuk menyenangkan saja,” ujarnya.
Irwan Djohan yang sepertinya mulai gerah dengan tarik ulur kepentingan elit di DPRA memberikan sinyal akan maju pada 2017 mendatang. Informasi dari orang dekat Irwan Djohan mengatakan Irwan siap melepaskan kursi empuk DPRA untuk menantang Illiza yang pernah mengalahkannya di 2012 lalu.
Pada 2012 lalu, Irwan Djohan yang berpasangan dengan Teuku Alamsyah menduduki peringkat ketiga dengan perolehan suara 13.318 (15,39 %).
Pasangan Mawardy Nurdin dan Illiza Sa’aduddin Djamal yang diusung Partai Demokrat, PPP, SIRA dan beberapa partai lainnya memperoleh 37. 598 suara (43.44 persen).
Di urutan kedua pasangan nomor urut dua Aminullah Usman dan Tgk Muhibban memperoleh dukungan sebanyak 28.488 suara (32,91 persen). Pasangan nomor urut lima TB Herman dan Muhammad Hasan memperoleh 6.360 suara (7,35 persen) serta pasangan nomor urut satu Zulmaifikar dan Lindawati mengumpulkan 796 suara (0,92 persen).
Jika dihitung dari perolehan suara Aminullah Usman dan Irwan Djohan pada 2012 lalu didapat angka 41.806 suara, gabungan suara keduanya mengalahkan suara Mawardy dan Illiza yang mengumpulkan 37.598 suara.
Dengan selisih 4.208 suara, Irwan Djohan dan Aminullah Usman sebenarnya bisa memenangkan pilkada Banda Aceh 2012 lalu jika keduanya bersatu.
Kesalahan dari kedua calon walikota ini adalah pemilihan calon wakil walikota yang kurang populer. Irwan mengandeng Teuku Alamsyah seorang keuchik di Banda Aceh, sedangkan Aminullah Usman mengandeng anggota DPRK Banda Aceh Tgk Muhibban yang juga tidak populer. Bahkan Tgk Muhibban yang notabene mantan calon wakil walikota dan anggota DPRK 2009-2014 tidak terpilih lagi di pemilu 2014, padahal dirinya adalah ketua Partai Damai Aceh (PDA) Kota Banda Aceh.
Jika Irwan Djohan dan Aminulah Usman memaksakan diri untuk maju dengan jalan masing-masing kemungkinan besar keduanya akan kalah dari Illiza. Suara pendukung Irwan dan Amin terpecah, keduanya memiliki basis pemilih sendiri yang cukup loyal.
Namun jika keduanya bergabung, akan menjadi pertanyaan besar siapa yang mau mengalah menjadi wakil. Irwan sudah mengorbankan kursi wakil ketua DPRA, dan Aminullah sudah banyak keluar dana saat 2012 lalu. Hal ini yang menjadi kendala jika keduanya duet.
Illiza juga tidak sekuat saat mendampingi Alm Mawardy Nurdin, tidak bisa dipungkiri jika 2012 lalu kunci kemenangan mereka adalah sosok Mawardy Nurdin yang dianggap sukses pada periode pertama.
Menghadapi 2017, Iliiza sudah terlihat melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan tim pemenangan. Sejumlah keuchik di Banda Aceh mengaku diminta untuk membantu Illiza. Tidak bisa dipungkiri, keuchik adalah garda terdepan pemenangan pilkada. Kalau para camat tidak perlu ditanyakan kemana pilihan mereka, karena mereka dipilih walikota, begitu juga para kadis dan asisten pemerintahan.
Jika Illiza mencoba merayu keuchik, maka Aminullah Usman menggunakan jasa ketua pemuda dalam timsesnya. Sedangkan Irwan disokong oleh komunitas-komunitas muda yang ada di Banda Aceh, bahkan memberikan award kepada hampir seluruh komunitas di Banda Aceh dalam suatu acara khusus di Taman Budaya. Tentu saja, hal ini dilakukan untuk mendapat dukungan dari anak muda.
Pilwalkot Banda Aceh berlangsung Februari 2017 nanti, hanya tersisa waktu 13 bulan lagi bagi para kandidat bersiap. Selain nama diatas, ketua Partai Demokrat Banda Aceh, Yudi Kurnia menyatakan siap menjadi calon, meskipun gagal merebut kursi DPRA pada 2014 lalu.
Jika maju, Yudi sudah memiliki modal 5 kursi DPRK Banda Aceh, dan ini sudah cukup untuk modal awal. Yudi yang sempat tersingkirkan dari bursa calon wakil walikota, tentu ingin membalaskan sakit hatinya karena merasa dikhianati oleh Illiza. Tak hanya mendepak Yudi,koalisi pendukung Iliiza juga berhasil menggagalkan kader Demokrat Ibnu Rusdi untuk menduduki kursi wakil walikota dan akhirnya terpilih Zainal Arifin dari PAN.
Bisa jadi, Iliiza sudah menduga jika Yudi Kurnia mendampingi dirinya ibarat memelihara anak harimau. Yudi akan menjadi kandidat kuat walikota jika berstatus wakil walikota. Pastinya dalam politik tidak ada musuh dan sahabat abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. (red)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.