Aceh Tamiang - Menjelang suskesi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak se Provinsi Aceh yang dijadwalkan pemungutan suaranya pada bulan Februari 2017. Sejumlah pihak di Kabupaten Aceh Tamiang mulai angkat bicara terkait siapakah sosok pemimpin ”Bumi Muda Sedia” lima tahun kedepan.
Manager Program Komunitas Rumoh Aceh, Sukma M Thaher di Langsa, Kamis mengatakan, hasil pengamatan pihaknya, sosok yang paling tepat memimpin Kabupaten Aceh Tamiang adalah seorang politisi yang memahami benar seluk-beluk birokrasi. Selain itu, tentunya merakyat dan senantiasa membela kepentingan masyarakat kecil.
Sejauh ini, lanjut Sukma, pihaknya mengamati ada beberapa nama yang mencuat sebagai calon Bupati Aceh Tamiang 2017-202, diantara; Hamdan Sati (incumbent), Ismail (Ketua Partai Persatuan Pembangunan/anggota DPRK Aceh Tamiang selama tiga periode berturut), Juanda (Wakil Ketua DPRK/Ketua DPC PAN), Nora Idah Nita (Wakil Ketua DPRK/Ketua DPC Partai Demokrat), Arman Muis (mantan Wakil Ketua DPRK 2004-2014), Juliansyah (Aktivis), Syawaluddin (mantan Wakil Bupati 2006-2012).
Kemudian, politisi Partai Aceh yang juga menjabat Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir Rusman dan politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Tamiang, Teuku Insyafuddin. ”Ini yang kami amati dan berdasarkan hasil polling, nama tersebut disebut warga layak dan pantas memimpin Aceh Tamiang kedepan,” kata Sukma.
”Kiranya Bupati kedepan yang merakyat. Kerap membela kepentingan masyarakat kecil. Disamping kemampuannya dalam menggelola manajerial birokrasi dan menjaga ritme politik agar tetap stabil,” ungkap Sukma.
Pihaknya, kata Sukma, telah melakukan polling selama satu bulan lalu. Dimana, masyarakat mengharapkan pada pemimpin masa depan dapat memberikan rasa aman (stabilitas politik), tersedianya lapangan pekerjaan, adanya pemberdayaan dan peningkatan ekonomi rakyat serta menginginkan Bupati yang bisa berada di tengah masyarakat yang tidak tersekat oleh kelompok apapun.
”Intinya rakyat tetap menginginkan adanya kesejehateraan hidup. Selain itu, masyarakat rindu dengan pemimpin rakyat yang memang benar-benar berada bersama mereka disaat terjadi suatu masalah dan mampu mencari jalan keluarnya,” jelas dia.
Pun demikian, sebut aktivis muda ini, pilihan akhir nanti berada di tangan rakyat. Siapapun yang akan maju tentu juga harus memperhitungkan dengan matang langkah politiknya. Terlebih, para legistator yang berdasarkan aturan harus mengundurkan diri dari jabatannya.
”Semua tergantung nanti. Ini masih awal sekali, tahapan Pilkada belum mulai. Tapi anggota dewan yang maju tentu harus mundur dari jabatannya, demikian pula PNS. Apakah sudah siap dengan konsekuensi nantinya,” seru Sukma.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.