Banda Aceh - Pilwalkot Banda Aceh dirasakan kurang menarik tanpa kehadiran Teuku Irwan Djohan. Kandidat yang sempat mengejutkan publik Banda Aceh karena duduk diperingkat ketiga pada pilkada 2012 lalu masih menunggu perintah Surya Paloh.
Jika pada 2012 lalu Irwan berjuang melalui jalur independen, tahun 2017 dirinya dipastikan maju dari jalur partai politik. Meskipun demikian Nasdem Banda Aceh harus berkoalisi untuk melengkapi lima kursi dukungan minimal.

Relawan Irwan Djohan yang beberapa bulan terakhir ramai mengkampanyekan Irwan Djohan di media sosial mulai terlihat kendur lantaran belum ada kejelasan dari sosok wakil ketua DPRA ini. Beberapa sahabat dekat Irwan Djohan malah yakin Irwan tidak akan maju di pilwalkot Banda Aceh lantaran harus melepas kursi empuk wakil ketua DPRA. “Hilang jabatan sudah pasti, belum tentu jadi walikota mungkin inilah yang menjadi hambatan bagi Irwan,” ujar sahabatnya.
Namun publik Banda Aceh harus menunggu pada pertengahan maret ini lantaran Ketum Partai Nasdem Surya Paloh akan datang ke Aceh. Salah satu yang dibahas adalah pencalonan kader nasdem di pilkada Aceh.
“Tanggal 10 maret ini pak Surya Paloh akan datang ke Banda Aceh dan tanggal 11 dan 12 maret akan ada pertemuan di Hotel Hermes, mungkin disitu akan bisa ditentukan apakah calon Wali Kota Banda Aceh Nasdem akan mengusung Irwan Djohan atau tidak atau Nasdem akan mengusung kadernya atau tidak , atau justru Nasdem akan mengusung Calon Wali kota dari luar Nasdem,” kata Irwan Djohan usai menghadiri Diskusi Publik di Geulanggang Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Rabu sore, 2 Maret 2016.
Publik Banda Aceh tentu sangat berharap munculnya sosok perubahan di kota ini pada Pilwalkot Banda Aceh. Pilwalkot Banda Aceh diprediksi hanya ada tiga calon kuat yakni Irwan Djohan, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Aminullah Usman. (red/klikkabar)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.