Banda Aceh - Kandidat calon walikota Banda Aceh Teuku Irwan Djohan dan Aminullah Usman santer dikabarkan akan berduet untuk menghadapi pilwalkot Banda Aceh Februari 2017 mendatang. Keduanya sering terlihat bersama dalam beberapa waktu terakhir ini. Kedua timses kandidat juga mengakui adanya komunikasi yang intens antara kedua tokoh masyarakat Banda Aceh ini.
Sumber HarianMerdeka.com mengatakan “Kemungkinan duet bang Irwan dan pak Amin sudah mencapai angka 90 persen, pak Amin hampir pasti mau menjadi calon wakil walikota, jika maju bersama dengan bang Irwan pak Amin akan lebih mudah karena sudah ada kendaraan politik. pak Amin harus belajar dari pilkada 2012 lalu dimana dirinya diusung oleh partai besar namun mesin partai tidak bekerja maksimal karena pak Amin bukan kader partai, hal inilah yang tidak akan terjadi jika pak Amin maju dari jalur partai Nasdem, meskipun Nasdem masih membutuhkan satu kursi dukungan hal itu bukanlah masalah karena partai Nasdem sudah menjajaki komunikasi dengan parnas dan parlok yang ada di DPRK,” ujarnya.
“Selain itu jika maju dari Nasdem pak Amin tidak perlu membayar mahar politik seperti dijanjikan Surya Paloh, jadi dana yang ada di pihak pak Amin bisa dimaksimalkan untuk kegiatan kampanye, koordinasi dan konsolidasi,” tambahnya.
“Kami yakin duet keduanya di pilwalkot Banda Aceh akan meraup lebih 70 persen suara dan bisa dikatakan pilkada Banda Aceh selesai sebelum bertarung, karena hanya ada tiga kandidat kuat di pilkada Banda Aceh yakni incumbent Illiza, Irwan Djohan dan Aminullah Usman,” pungkasnya.
Pada 2012 lalu, Irwan Djohan yang berpasangan dengan Teuku Alamsyah menduduki peringkat ketiga dengan perolehan suara 13.318 (15,39 %).
Pasangan Mawardy Nurdin dan Illiza Sa’aduddin Djamal yang diusung Partai Demokrat, PPP, SIRA dan beberapa partai lainnya memperoleh 37. 598 suara (43.44 persen).
Di urutan kedua pasangan nomor urut dua Aminullah Usman dan Tgk Muhibban memperoleh dukungan sebanyak 28.488 suara (32,91 persen). Pasangan nomor urut lima TB Herman dan Muhammad Hasan memperoleh 6.360 suara (7,35 persen) serta pasangan nomor urut satu Zulmaifikar dan Lindawati mengumpulkan 796 suara (0,92 persen).
Jika dihitung dari perolehan suara Aminullah Usman dan Irwan Djohan pada 2012 lalu didapat angka 41.806 suara, gabungan suara keduanya mengalahkan suara Mawardy dan Illiza yang mengumpulkan 37.598 suara.
Dengan selisih 4.208 suara, Irwan Djohan dan Aminullah Usman sebenarnya bisa memenangkan pilkada Banda Aceh 2012 lalu jika keduanya bersatu.
Kesalahan dari kedua calon walikota ini adalah pemilihan calon wakil walikota yang kurang populer. Irwan mengandeng Teuku Alamsyah seorang keuchik di Banda Aceh, sedangkan Aminullah Usman mengandeng anggota DPRK Banda Aceh Tgk Muhibban yang juga tidak populer. Bahkan Tgk Muhibban yang notabene mantan calon wakil walikota dan anggota DPRK 2009-2014 tidak terpilih lagi di pemilu 2014, padahal dirinya adalah ketua Partai Damai Aceh (PDA) Kota Banda Aceh.
Jika Irwan Djohan dan Aminulah Usman memaksakan diri untuk maju dengan jalan masing-masing kemungkinan besar keduanya akan kalah dari Illiza. Suara pendukung Irwan dan Amin terpecah, keduanya memiliki basis pemilih sendiri yang cukup loyal.
Namun jika keduanya bergabung, akan menjadi pertanyaan besar siapa yang mau mengalah menjadi wakil. Irwan sudah mengorbankan kursi wakil ketua DPRA, dan Aminullah sudah banyak keluar dana saat 2012 lalu. Hal ini yang menjadi kendala jika keduanya duet.
Illiza juga tidak sekuat saat mendampingi Alm Mawardy Nurdin, tidak bisa dipungkiri jika 2012 lalu kunci kemenangan mereka adalah sosok Mawardy Nurdin yang dianggap sukses pada periode pertama.
Menghadapi 2017, Iliiza sudah terlihat melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan tim pemenangan. Sejumlah keuchik di Banda Aceh mengaku diminta untuk membantu Illiza. Bahkan Illiza sudah menaikkan gaji keuchik jelang pilkada. Tidak bisa dipungkiri, keuchik adalah garda terdepan pemenangan pilkada. Kalau para camat tidak perlu ditanyakan kemana pilihan mereka, karena mereka dipilih walikota, begitu juga para kadis dan asisten pemerintahan.
Jika Illiza mencoba merayu keuchik, maka Aminullah Usman menggunakan jasa ketua pemuda dalam timsesnya. Sedangkan Irwan disokong oleh komunitas-komunitas muda yang ada di Banda Aceh, bahkan memberikan award kepada hampir seluruh komunitas di Banda Aceh dalam suatu acara khusus di Taman Budaya. Tentu saja, hal ini dilakukan untuk mendapat dukungan dari anak muda.
Pilwalkot Banda Aceh berlangsung Februari 2017 nanti, hanya tersisa waktu 11 bulan lagi bagi para kandidat bersiap. Selain nama diatas, ketua Partai Demokrat Banda Aceh, Yudi Kurnia menyatakan siap menjadi calon, meskipun gagal merebut kursi DPRA pada 2014 lalu.
Jika maju, Yudi sudah memiliki modal 5 kursi DPRK Banda Aceh, dan ini sudah cukup untuk modal awal. Yudi yang sempat tersingkirkan dari bursa calon wakil walikota, tentu ingin membalaskan sakit hatinya karena merasa dikhianati oleh Illiza. Tak hanya mendepak Yudi,koalisi pendukung Iliiza juga berhasil menggagalkan kader Demokrat Ibnu Rusdi untuk menduduki kursi wakil walikota dan akhirnya terpilih Zainal Arifin dari PAN.
Bisa jadi, Iliiza sudah menduga jika Yudi Kurnia mendampingi dirinya ibarat memelihara anak harimau. Yudi akan menjadi kandidat kuat walikota jika berstatus wakil walikota. Pastinya dalam politik tidak ada musuh dan sahabat abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. (red)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.