Harian Merdeka – Pasangan mesum ini digerebek warga saat sedang b*gil, tanpa sehelai benang dan saling tindih di ranjang. Keduanya pun gagal mencapai ‘mendarat’ di bulan, padahal sedang tinggi-tingginya.
Keduanya adalah seorang duda, Rahman Harahap alias RH (27), Warga Desa Sei Siarti, Kelurahan Malindo, Kecamatan Panai Tengah dan Fitri (18), warga Gang Perintis, Jalan Baru, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara.
RH dan Fitri tak berkutik saat disergap warga dalam kondisi tanpa sehelai benang pun di dalam kamar kos di Jalan Naim, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut).
Informasi yang dihimpun, Rabu (30/12/2015) menyebutkan, penggerebekan pasangan zinah ini berawal dari kekesalan pemilik rumah kos, Muhammad Yamin Hasibuan. Menurutnya, Rahman sering kali menginapkan pacarnya ke kamar kosnya.
Hasibuan pun berulang kali menegur dan menasihati Rahman, namun ucapannya dianggap angin lalu. Kekesalan Hasibuan pun memuncak saat ia dikabari adiknya kalau Rahman sedang menginapkan pacarnya di kamar kos yang terletak paling ujung.
Tak ingin rumah kosnya dijadikan tempat zinah, Hasibuan kemudian menghubungi kepala lingkungan (kepling) Aek Tapa, Anwar Ritonga. Bersama sejumlah warga, mereka kemudian melakukan penggerebekan.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, warga langsung mendobrak pintu. Pemandangan syur pun terlihat. Rahman yang berkeringat sedang ‘memompa’ Fitri yang berada di bawah. Keduanya tampak terkejut saat aksi mesumnya ditonton warga. “Begitu pintu terbuka kami lihat mereka sedang b*gil. Ceweknya langsung lari ke kamar mandi,” sebut Hasibuan.
Untungnya aksi main hakim sendiri yang akan dilakukan warga berhasil dicegah oleh kepling. Rahman dan Fitri lalu diminta berpakaian dan diinterogasi. Saat dimintai bukti mereka telah menikah, keduanya tak mampu menunjukkannya. Bahkan keduanya juga tak mampu menunjukkan kartu identitas.
Saat diinterogasi, keduanya hanya tertunduk, tak mampu berkelit lagi. Akhirnya mereka mengaku sedang pacaran. Mereka juga mengaku sering melakukan perzinahan sejak pacaran dua bulan lalu. “Baru dua bulan kami pacaran bang. Sering dia (Fitri) datang (ke kos),” kata Rahman saat diwawancarai medansatu.com.
Tak lama kemudian Lurah Bakaran Batu, Jangga Mora tiba di lokasi. Usai diinterogasi, keduanya dibawa ke kantor lurah menunggu pihak keluarganya. Setelah kedatangan pihak keluarga, baru dilakukan proses selanjutnya. “Saya ditelpon Pak kepling, katanya ada warga yang ditangkap lagi b*gil, dapat informasi tersebut saya langsung datang ke sini,” sebut Jangga Mora. (medansatu)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.