Banda Aceh - Sekitar duapuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Syariat Islam (MPSI) menggelar aksi demo di Balai Kota, Rabu (27/12) pagi.
Mereka meminta pemerintah kota Banda Aceh untuk berkomitmen serius dalam menegakkan Syariat Islam di Aceh.
Dalam aksinya mahasiswa ini membawa sejumlah poster yang bertuliskan ‘No LGBT in Aceh’ , ‘Tegakkan Syariat Islam di Bumoe Aceh, dan sejumlah poster lainnya.
Dari rilis yang diterima dari Polresta Banda Aceh, mahasiswa/i ini merupakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Aceh Besar.
Awalnya mahasiswa ini melaporkan akan menurunkan 500 peserta aksi, namun faktanya di lapangan hanya ada duapuluhan mahasiswa/i dari Aceh Besar.
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menugaskan Asisten Wali Kota, Bachtiar, SSos untuk menemui para pendemo.
“Kebetulan saya sedang melayani para tamu Ulama dari Brunei, Thailand, Yaman, dan Malaysia yang ikut dalam kegiatan zikir 13 tahun tsunami Aceh, jadi saya utus Asisten Wali Kota untuk berdialog dengan pendemo,”
Wali Kota menjelaskan pemko Banda Aceh sangat serius mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh.
“Tahun 2018 kami sudah siapkan anggaran lebih besar untuk penerapan Syariat Islam di Banda Aceh, ini komitmen pemerintahan Amin - Zainal untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota zikir,” kata Aminullah.
Wali Kota Banda Aceh meminta dukungan dan partisipasi aktif warga untuk bersama mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh.
“Masyarakat adalah garda terdepan pengawasan dan penegakkan syariat, kami harap peran aktif bisa ditingkatkan untuk bersinergi bersama pemerintah kota,” Pungkas Aminullah.



