Banda Aceh - Netizen mengkritik pemerintah kota Banda Aceh yang merobohkan tugu bundaran simpang lima yang berdiri sejak tahun 1994 lalu. Bangunan yang sudah melekat sebagai tugu demokrasi akan digantikan oleh tugu baru yang disiapkan oleh Bank Bukopin.
Pembangunan tugu dengan dana CSR Bukopin itu disinyalir lebih menguntungkan pihak bank karena sangat menonjolkan nama bank bukopin disetiap sudutnya (lihat foto). Padahal jika pemkot ingin transparan pembangunan tugu tersebut bisa ditender terbuka oleh setiap intansi atau BUMN. “Pasti banyak perusahaan yang tertarik mengeluarkan dana CSR nya, karena lokasi tersebut sangat strategis untuk promosi. Andaikan designnya dilombakan pasti lebih menarik seperti museum Tsunami, desain sekarang ini malah mirip tugu kilometer nol di Sabang,” ujar Oriza Sativa warga kota.
Sementara walikota Banda Aceh yang dikonfirmasi HarianMerdeka.com tidak mengangkat panggilan telepon, sms yang dikirimkan juga tidak ada tanggapan. Asisten Administrasi Umum Muhammad Nurdin mengatakan design tersebut menyesuaikan kebutuhan. “Setahu saya design tersebut ditangani oleh dinas PU kota, coba tanyakan pak kadis,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan design tugu bundaran simpang lima yang baru, nantinya akan dibangun dengan lima pilar utama yang merujuk pada lima rukun Islam. Pilar tersebut berbentuk setengah “Pintoe Aceh” yang menjulang ke atas setinggi 14 meter. Pada lima sisinya akan tertera kaligrafi asma Allah yang dikombinasikan dengan ornamen khas Aceh.
Tugu simpang lima sudah menjadi salah satu ikon kota. Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, “Ini tugu yang bersejarah yang membawa Banda Aceh dikenal dunia karena sering dijadikan pusat aksi demo. Lokasinya sangat strategis di pusat kota,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.