Banda Aceh - Pasca diguyur hujan lebat hingga 12 jam, sebagian gampong Banda Aceh beberapa hari lalu mengalami genangan air. Hal ini lantaran banyak saluran drainase di gampong yang tersumbat sampah dan pasir/lumpur.
Anggota DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur berharap aparat gampong mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersihan saluran drainase agar jika musim penghujan tidak terjadi genangan air.
“Peran aparatur gampong sangat penting untuk mengedukasi warga, jika seluruh warga menjaga kebersihan genangan air saat hujan akan terminimalisir,” kata Rafur.
Rafur juga mengkritisi pernyataan dari Koordinator Kawasan Ekosistem Leuser Aceh, TM Zulfikar yang mengatakan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman ngacir saat banjir.
“Hal ini merupakan pernyataan yang sangat tendensius. Menuding Wali Kota ngacir saat banjir adalah fitnah keji dari seorang TM Zulfikar yang mengaku-ngaku sebagai aktivis lingkungan,” katanya.
“Saat hujan deras menguyur kota Banda Aceh beberapa waktu lalu, Wali Kota ada di Banda Aceh dan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi kemungkinan buruk akibat derasnya hujan, namun Alhamdulillah meskipun hujan deras hingga 12 jam, tidak ada banjir parah di Banda Aceh, hanya sedikit genangan yang langsung surut saat hujan berhenti,” jelasnya.
Kondisi hujan deras tidak hanya terjadi di Banda Aceh namun di Aceh Besar dan daerah perbukitan juga hujan deras imbasnya debit air sungai krueng Aceh sangat tinggi, ini akibat rusaknya ekosistem hutan di gunung. Air sungai Krueng Aceh harus melewati area kota Banda Aceh sebelum mengalir ke laut.
“Seharusnya TM Zulfikar berkaca sebelum menuding Wali Kota ngacir saat banjir, sebagai orang yang mengaku aktivis lingkungan, dia harusnya mampu mengedukasi warga, bukan malah memfitnah Wali Kota, namun hal ini biasa, karena untuk mencari nama, hujatlah pemimpin daerah agar populer, ini cara usang yang masih dimainkan oleh sebagian oknum yang ingin populer,” kata Rafur.
Sementara itu Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menjelaskan pemerintah kota Banda Aceh berkomitmen melayani keluhan masyarakat dengan cepat. Hal ini terbukti dari hadirnya nomor call center pengaduan dari beberapa SKPK.
“Jika memiliki kendala dengan sampah, air, dan pelanggaran syariat, sudah ada nomor call center, gunakan dengan bijak agar kita bisa bersama mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariat,” katanya.
Aminullah juga menugaskan dinas terkait untuk terus memantau saluran drainase, agar sampah yang menyumbat bisa segera dibersihkan.
“Saya sudah menugaskan dinas DLHK3 Banda Aceh untuk memeriksa seluruh drainase di Banda Aceh, namun peran serta masyarakat sangatlah penting, petugas kita masih terbatas karena terkendala anggaran, pemko komit memberikan respon cepat setiap aduan warga,” pungkas Aminullah.
Sebelumnya diberitakan dibeberapa media online, bahwa Wali Kota Banda Aceh ngacir saat banjir oleh TM Zulfikar. Bahkan ada media online yang asal-asalan mengambil gambar ilustrasi. Sejumlah media memuat rilis berita yang dibuat sendiri oleh TM Zulfikar.
Foto yang ditampilkan di media online tersebut adalah foto banjir di lokasi lain. Dimana terlihat adanya perahu karet yang digunakan untuk mengevakuasi warga. Ini merupakan pembohongan publik karena tidak semua pembaca akan paham jika foto yang ditampilkan adalah sekedar ilustrasi. Kedepan diharapkan media online tidak sembarangan menempatkan foto sebagai ilustrasi. (drs)


















