Banda Aceh - Ketatnya penegakkan syariat oleh pemerintah kota Banda Aceh membuat banyak pihak gerah. Para pelaku pelanggaran syariat Islam ini frustasi karena ruang geraknya selalu dipantau oleh petugas.
Bayangkan, satu-satunya kabupaten kota di Aceh yang mengadakan patroli 24 jam dari Satpol PP WH hanyalah Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bahkan memerintahkan langsung Satpol PP WH mengaktifkan nomor call center 24 jam guna menampung laporan warga.
Buktinya jelang Subuh hari ini, Senin (5/2) petugas Satpol PP WH Banda Aceh kembali mengamankan sepasang kekasih yang di mabuk asmara sedang berduaan diatas jembatan pante pirak sambil duduk mesra di atas sepeda motor.
Sebelumnya sekitar pukul 04.00 WIB, petugas juga menangkap seorang perempuan yang diduga PSK di kawasan taman depan terminal Keudah.

Para PSK, Waria, LGBT ini kaget dengan ketatnya penegakkan syariat Islam di Banda Aceh. “Kami tidak nyaman lagi tinggal di Banda Aceh, razia tiap malam nonstop, lebih baik kami pindah saja dari Banda Aceh,” Kata Poppy salah seorang PSK yang sempat diamankan petugas.
Senada dengan Poppy, seorang waria yang kerap mangkal di terminal Keudah juga kesal dengan sikap Wali Kota yang gencar memberantas penyakit masyarakat ini.
“Eike pikir, dengan ganti Wali Kota makin bebas Banda Aceh, rupanya makin ganas WH nya deh, teman-teman eike sudah banyak yang pindah ke luar kota, karena tak nyaman banget kota ini, susah mangkal sekarang, mami pun udah takut buka salon, karena WH gencar banget razia,” kata Helen, waria.
Penegakkan syariat Islam di Banda Aceh tidak akan maksimal tanpa peran aktif dari masyarakat, terutama pemuda gampong. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengajak seluruh pemuda gampong untuk bersama menjaga gampong mereka dari bahaya laten LGBT, PSK, Waria, dan penyakit masyarakat lainnya.



















