Salut! Milyader Asal Aceh Ini Masih Gunakan HP Jadul Murah

Foto : Atjehpost

Banda Aceh - Sosok milyader asal Aceh ini merupakan sosok yang sederhana, bayangkan dengan ratusan miliar duit yang dimilikinya bukan perkara sulit untuk membeli HP termahal sekalipun sekelas Iphone 6s atau Samsung S7 Edge. Namun dirinya tertangkap kamera masih menggunakan hp jadul merk samsung tipe lipat.

Foto : Atjehpost
Foto : Atjehpost

Dia adalah Rusli Bintang, pengusaha papan atas asal Aceh yang sukses di Aceh, Lampung, Batam dan Jakarta. Rusli terlihat bersama calon gubernur Aceh Tarmizi Karim. Dalam foto tersebut terdapat perbedaan cukup mencolok dari alat komunikasi yang digunakan keduanya. Tarmizi Karim tampak menggengam handphone tipe terbaru Apple Iphone 6 dan Nokia E-90.

Foto : Sayuthi

Gaya hidup mewah kerap diperlihatkan pejabat eksekutif dan legislatif di Indonesia. Bahkan ada diantara mereka yang selalu mengejar tipe handphone terbaru. Padahal handphone dengan harga dua jutaan saat ini sudah memiliki kemampuan yang sama dengan handphone yang berharga diatas Rp 10 jutaan.

Siapa sosok Rusli Bintang?

Dr (Hc) H Rusli Bintang adalah lelaki biasa yang tidak tamat SMA. Namun, ia telah melahirkan banyak mahakarya yang menakjubkan banyak orang. Akhir pekan lalu, misalnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir terperangah ketika meresmikan gedung Pustaka Universitas Malahayati (Unimal), Bandar Lampung. Betapa tidak, gedung perpustakaan yang mewah, sejuk, dan lengkap itu berluas hampir satu hektare. Dan, Universitas Malahayati pun kini menjadi perguruan tinggi paling besar, mewah, dan lengkap di Lampung.

Rusli Bintang, putra sulung pasangan Bintang Amin dan Halimah lahir hari Jumat 28 April 1950. Ia berasal dari keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang mantri kampung. Sedangkan ibunya, ya ibu rumah tangga biasa. Tapi semangat Rusli untuk maju dan dedikasinya menolong para yatim patut diacungi jempol.

Seiring waktu berjalan, komitmen Rusli membantu anak-anak yatim untuk mendapatkan pendidikan formal dan informal yang layak secara gratis, terus ia upayakan. Berawal sebagai kontraktor ‘modal dengkul’, Rusli sukses dan beralih menjadi pengusaha bidang pendidikan. Ia mendirikan Universitas Abulyatama (Unaya) dengan kampus yang luas dan lengkap di Aceh Besar. Tak butuh waktu lama, Unaya langsung menjadi PTS terkenal di Aceh. Bersama Unaya, nama Rusli Bintang kian berkibar. Dan, tahun 1998, Rusli menerima gelar Doktor Honoris Causa (Hc) dari Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.

Sadar usahanya takkan berjalan mulus tanpa dukungan politis, maka pada tahun 1999, Rusli bersama teman-temannya mendirikan Partai Abulyatama dan sempat memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh. Namun, partai itu meredup seiring kesibukan Rusli yang terus mengembangkan sayap usahanya ke berbagai penjuru Tanah Air.

Sukses mendirikan Universitas Abulyatama dan Universitas Malahayati di Bandar Lampung, Rusli juga merambah Kepulauan Riau. Ia mendirikan Universitas Batam yang megah, luas, dan lengkap di kawasan elite Batam Center. Makanya, tahun 2014 ia mendapat penghargaan sebagai tokoh pendidikan dari Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dari Batam, Rusli kemudian ‘terbang’ ke Jakarta. Di kawasan elite Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, ia membeli satu gedung besar yang mewah untuk mengibarkan nama Institut Kesehatan Indonesia, Jakarta. Tahun ini, mulai menerima mahasiswa baru untuk sejumlah program studi.

Di usianya yang sudah 65 tahun, semangat Rusli untuk berkarya dan berbisnis di bidang pendidikan ternyata semakin menyala-nyala. Kini ia sibuk mondar-mandir Jakarta-Eropa untuk meninjau sejumlah universitas terkemuka di dunia. “Sebab, konsep universitas yang sebentar lagi akan saya bangun di Banten, Jambi, dan Kalimantan tak boleh sama dengan universitas-universitas yang sudah kita punyai,” kata Rusli di sela-sela acara pengukuhan gelar doktor bagi seorang putranya di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.

Ya, Rusli memang berselera tinggi dan unik. Lihatlah, di kampus-kampusnya ia membuat kolam renang, ada beberapa lapangan futsal yang berstandar FIFA di setiap kampus, ada pula rumah sakit yang lengkap, dan asrama mahasiswa berstandar hotel bintang tiga. (red/serambiindonesia)

Facebook Comments

Berita Rekomedasi

Be the first to comment

Leave a Reply