Satpol PP WH Banda Aceh Akan Tutup Funland

<

Banda Aceh - Kepala Satpol PP WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan pihaknya akan segera memanggil pemilik Funland Banda Aceh terkait maraknya aksi judi koin ditempat tersebut. Kepada harianmerdeka.com , Yusnardi mengatakan tidak ada toleransi bagi penyedia lapak judi di kota madani.

“Kami akan panggil pemiliknya, sebelumnya Karaoke Galery sudah kami grebek, pemiliknya kan sama dengan Funland. Kami akan tindak tegas jika terbukti melanggar syariat Islam,” ujarnya. Didampingi Kepala seksi penegakan peraturan undang-undang dan syariat islam Satpol PP WH Banda Aceh, Evendi A Latif, Yusnardi membantah pihaknya tidak berani menertibkan pelanggaran syariat di Funland. “Tidak benar kami membiarkan Funland menyediakan lapak judi, kami baru mendapatkan informasi ini, dan ini segera kami tindak lanjuti, apalagi anggota DPRK Banda Aceh sudah berkomentar, kalau perlu kami tutup Funland” ujarnya.

Sementara itu ratusan warga Banda Aceh berkomentar di akun instagram Kabar Aceh terkait judi terselubung di Funland, mereka berharap pemkot Banda Aceh tidak menutup Funland. ” mesin koin ikan atau vampire itu saja yang diamankan WH, yang lain biarkan saja. Memang kami lihat aneh, kok orang tua semua main ikan, rupanya ada udang dibalik batu,” ujar Netizen.

Sebelumnya diberitakan anggota DPRK Banda Aceh dari fraksi Nasdem Abdul Rafur menyoroti adanya judi terselubung yang tidak tersentuh di kota Banda Aceh. Dia mempertanyakan kinerja pemerintah kota Banda Aceh yang tidak menutup tempat tersebut.

“Pun land..ini yg betul2 judi besar..dan juga tempat karoke..di kamar gabung inong agam.. sekali2 bpk kesana ada apa di pun land..kenapa ngk berani ditutup..rusak aklak anak2 karna judi di pun land,” tulisnya di media sosial facebook.

Berdasarkan investigasi harianmerdeka.com ternyata di areal lokasi funland sejak pagi hingga malam hari didominasi oleh orang tua. Hanya sedikit terlihat anak-anak yang bermain.

Sepintas tidak ada yang aneh, namun jika kita lihat lebih teliti mereka kerap mengeluarkan uang tunai untuk membeli koin kepada sesama pemain.”Kalau beli dikasir mahal dek, Rp 100 ribu cuma dapat 80 koin, nah kalau beli sama kawan-kawan disini Rp 100 ribu dapat 100 koin,” ujar S pelanggan Funland.

Mereka umumnya bermain game menembak ikan, dan jika ikan tesebut mati akan mengeluarkan koin sesuai ukuran ikan. “Kalau ikan paus itu kita tembak mati dikali 100, kalau ikan lumba-lumba dikali 50, kalau ikan kecil-kecil lebih kecil lagi, tapi yang seru kalau bisa hancurkan bom waktu, bisa dikali 200 dari modal tembakan,” jelasnya.

Tidak hanya laki-laki, perempuan dewasa juga memadati lokasi bermain Funland, mereka bahkan datang dari jam 10 pagi hingga Funland tutup. Yang mengejutkan tim redaksi harianmerdeka.com melihat ibu-ibu berusia lebih 50 tahunturut bermain game ikan.

“Sudah Rp 1,5 juta lenyap hari ini, ini baru dapat 1000 koin, masih kurang 500 koin lagi,” ujar ibu tersebut kepada rekannya.

1000 koin berarti nilai uang Rp 1 juta rupiah, karena dipasar non resmi harga per koin Rp 1000 rupiah.

Ada pemain yang pernah menang Rp 10 juta rupiah dalam satu hari dengan modal hanya 500 ribu. “Kalau lagi hoki, satu hari bisa menang puluhan juta, tapi kalah lagi sial, hancur lebur, bahkan tidak sedikit yang kehilangan harta benda karena habis dijual untuk bermain ikan di Funland,” ujar S.

S juga menceritakan ada beberapa keluarga yang ribut dan akhirnya bercerai karena bermain ikan di funland. “Bagaimana tidak cerai dek, dari buka Funland sampai tutup Funland suami disini, barang yang ada dirumah terjual, bahkan rumah pun terjual karena Funland, mana tahan istrinya, akhirnya bercerai. Tempat ini gak pernah digrebek WH, mungkin karena backing nya kuat, hahaha ” ujarnya.

Tak hanya itu, di Funland juga banyak pasangan suami istri yang bermain bersama. “Kalau yang pasangan suami istri juga ada, suaminya main di meja besar, istrinya di meja kecil, istrinya tembak vampire atau main lempar anjing, suaminya meja gede, ikan paus,” tungkasnya.

Tidak hanya di Banda Aceh, kabarnya di Meulaboh sudah ada permainan serupa. “Namanya judi dek, menang dikit ketagihan, terus main lagi malah hancur, abang sudah tobat, sekarang pun sudah jarang ke Funland, paling sebulan sekali, karena kalau ketahuan istri ditalak tiga, hahahaha,” kata S. (red)

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply