Sekretaris PAN Aceh Kecewa Terhadap Partai, Bentuk Partai Lokal GRAM

foto: klikkabar

Banda Aceh - Kecewa dengan arah Partai Amanat Nasional (PAN) yang dianggap melenceng dari perjuangan awal, mantan sekretaris DPW PAN Aceh, Tarmidinsyah Abubakabar alias Edo membentuk partai lokal GRAM.

Edo menuliskan, sebagai berikut :

“Kalau ingin hancurkan PAN tdk perlu saya hancurkan, ketua umum dan kelompoknya sdh menghancurkannya sendiri, sama dengan pesawat buatan Indonesia tdk perlu ditembak krn jatuh sendiri.

Kebetulan aja penguasa DPP sekarang mentalnya menghalalkan segala cara maka mereka tidak lagi menggunakan aturan dalam mengatur PAN, lebih pantas disebut gaya organisasi Gank-Gank Kota Besar yang mengikat mereka karena faktor kepentingan bukan karena konstitusi tertulis yang resmi.

Kalau saya disebut ambisius di PAN oleh kaki tangan bandit saya sudah pasti akan memperkarakan Muswil yg tidak sah itu kepengadilan, tapi saya memilih bicara di forum Muswil kemudian diam dan keluar dari kepengurusan PAN karena tidak bisa merubah apapun dengan sdm yang ada kecuali kumpul uang banyak2 dengan dana aspirasi terus maju DPR.

Untuk menciptakan kader pemimpin di PAN susah sekali karena karakter kader utk pemimpin yg terbentuk seperti seorang Ustat tapi juga maling. Ini sangat berbahaya Kalau performan kader seperti perampok sudah jelas sedikit lebih baik meski bahaya jiwa khianatnya tdk dominan.

Karena itu saya ingin memanfaatkan UUPA yang telah memberi kewenangan kepada Aceh untuk bisa mendirikan partai-partai politik yang berpusat di Aceh dan akan membentuk kader2 yang berideologi Reformis bukan kader kapitalism.

Apalagi saya paham benar terhadap partai-partai yang berpusat di Jakarta jika sudah tidak menerapkan Demokrasi secara benar maka menjadi kebijakan DPP sudah tidak lagi menghargai rakyat di daerah, kecenderungan ini akan menyebar dari dalam partai dan sudah pasti mempengaruhi secara signifikan gaya memimpin dalam pemerintah pusat karena mereka asalnya dari partai.

Saya mengkuatirkan Otsus Aceh bakal dilemahkan oleh sikap otoritarian pemerintah pusat apalagi berharap untuk sebuah entitas atau Nasionalism Aceh sudah pasti akan dilemahkan.

Jadi soal saya tidak lagi di PAN bukan soal remeh temeh tentang rebutan jabatan sebagai ketua DPW di daerah yang berfungsi tidak ubahnya sebagai kepala kantor cabang, karena sesungguhnya ajaran Amien Rais ketika reformasi sudah jauh melenceng, mungkin sekarang ajaran atau ideologi Besan nya Amien Rais maka tidak sesuai dengan saya. Selamat dan Sukses selalu untuk rakyat Aceh yang mengenal dirinya sebagai ACEH.” tulisnya.

Saat ini Partai GRAM dipimpin oleh Tarmidinsyah Abubakar sebagai ketua umum, sedangkan Sekjend dipercayakan kepada Chairul Muhardhani, SE.

Salah satu pendiri GRAM adalah pelawak senior Aceh T. Mukhtaruddin Fatani, SH atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Apa Lambak’

Facebook Comments

Berita Rekomedasi

Be the first to comment

Leave a Reply