Banda Aceh - Anggota tim sukses calon gubernur Aceh Zakaria Saman, Safrizal mempertanyakan tuduhan dari Munir dan Khairul terkait keterlibatan Apa Karya dalam kasus pembunuhan kader PNA di Pidie, 26 April 2012 lalu.
Dihubungi melalui media sosial miliknya berikut penjelasan Safrizal kepada HarianMerdeka.com. “Saya tidak nengerti terkait hal tersebut, karna saat ini berbagai isu muncul untuk menjustififikasi Apa Karya, kalau itu kejadiaanya di tahun 2012, kok sekarang yg muncul, kan aneh.. mgkn karna ini tahunnya politik, maka berbagai cara di lakukan untuk menjatuhkan citra Apa Karya, namun bila perlu, silahkan di buktikan langsung kepada publik, ini aneh.. penegak hukum ada, kenapa tidak mereka panggil Apa Karya, kenapa cuma isu sedemikian rupa yg suka dimainkan,” tulisnya.
Sebelumnya diberitakan pelaku pembunuhan terhadap T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie, pada 26 April 2012, Khairul dan Munir mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sigli sudah menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara. Masing-masing sembilan tahun penjara terhadap Munir dan sebelas tahun terhadap Khairul Anshari alias Adnan
Munir mengatakan, dirinya bersama Khairul melakukan pembunuhan terhadap Cekgu atas perintah Zakaria Saman alias Apa Kaya. Sebelum melakukan perbuatan keji itu, dia bersama Khairul pernah duduk di rumah Apa Karya di Kecamatan Keumala, Pidie.
Dalam pertemuan itu, Apa Karya berjanji siap membantu Munir dan Khairul apabila tertangkap. Namun, janji itu tak dipenuhi Apa Karya. Bahkan, setelah melakukan pembunuhan, Munir dan Khairul tak pernah berkomunikasi lagi dengan Apa Karya.
“Mana janji Apa Karya yang siap membela ketika kami ditangkap. Dulu kami tutupi ini semua karena kami jaga Apa Karya. Saya sudah tidak tahan lagi, makanya saya bongkar semua,” kata Munir kepada wartawan, Sabtu (16/1) di Lapas Kelas II A Lambaro, Banda Aceh. (red/ajnn)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.