Banda Aceh - Warga Bireuen, dikagetkan munculnya status dari ketua DPC Partai Demokrat Bireuen, Edi Syahputra alias Edi Obama yang mengkritik Plt Gubernur Aceh, yang juga ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah.
Postingan Edi Obama sudah dilike lebih 800 kali dan mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Edi berharap postingannya ini dibaca oleh Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Edi bahkan mengaku siap jika dipecat dari posisi ketua Partai Demokrat Bireuen ataupun dibatalkan sebagai Caleg DPRA.
Berikut postingan lengkap Edi Syahputra.
” Yth Bapak Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Nurdin. Hari ini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan saja untuk anda.
1. Anda masih ingat tidak, siapa penyandang dana terbesar pemenangan Irwandi-nova? Kalau anda sudah lupa biar saya jelaskan disini. Dana yang saya keluarkan itu Rp, 8000,000,000,00 (Delapan Milyar Rupiah) lengkap dengan data dan bukti kwitansi, belum lagi yang dibantu oleh kawan-kawan saya. Itu tidak saya sebutkan disini.
Memang dananya saya serahkan sama Irwandi Yusuf, tapi sepengetahuan anda juga, dan digunakan untuk kepentingan kampanye dan membayar saksi, sehingga menyebabkan anda terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.
2. Itu belum termasuk pinjaman pribadi anda kepada saya saat kampanye di Banda Aceh, walaupun sudah anda bayar lunas dengan cara mencicil, ditambah lagi pinjaman pribadi anda setelah anda dilantik sebagai Wagub, Tetap saja anda meminta bantuan kepada saya, ini hanya mengingatkan saja barangkali anda sudah lupa.
Tapi Hari ini, apa balasan anda kepada saya?
1. Anda yang perintahkan saya untuk maju DPR RI, tapi anda pula yang menjegal saya, dengan cara mencari-cari kesalahan yang tidak pernah saya lakukan.
2. Kemudian anda menutup komunikasi dengan saya, tanpa alasan yang jelas.
Dan saya mau tanya sama anda, pantas tidak anda memperlakukan saya seperti ini? dimana letak hati nurani anda sebagai seorang pemimpin? atau jangan-jangan anda sudah terlena dengan jabatan baru anda sebagai Plt, yang sebentar lagi akan dilantik menjadi Gubernur.
Memang saya tidak akan pernah menang melawan kekuasaan dan pemimpin zhalim, munafik seperti anda, setidaknya saya sudah menyampaikan kebenaran. Dan masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana cara anda memperlakukan orang lain disaat anda sudah mendapatkan kekuasaan.
Kalau anda tidak sanggup membalas kebaikan orang lain, setidaknya janganlah mencari-cari kesalahan yang tidak pernah dilakukan, karna menurut saya politik itu tidak kejam, melainkan orang-orang seperti andalah yang salah dan kejam dalam menjalankan politik itu sendiri.
Saya juga sudah tahu resiko dan konsekwensi apa yang akan saya dapatkan dengan menyampaikan kebenaran ini, mungkin dipecat dengan tidak hormat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen, dicoret sebagai Caleg DPRA, karna sudah menyampaikan kebenaran, atau dilaporkan kepada pihak yang berwajib karna telah melakukan pencemaran nama baik, saya akan terima dan hadapi, saya anggap itu sebagai kado atau kenangan terindah dari anda untuk saya yang pernah membantu dan berjuang bersama anda.
Selama saya masih hidup dan masih bisa bernafas, saya akan selalu menyampaikan kebenaran, walaupun saya hanya seorang diri dan nyawa saya sebagai taruhannya.
Semoga tulisan saya ini juga dibaca oleh Bapak Presiden RI ke-6 Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Sekian dan terima kasih. ”





