Banda Aceh - Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin dianggap hanya sebagai ban serap dalam pemerintahan kota Banda Aceh. Beberapa acara dinas yang digelar pemkot Banda Aceh terkesan kota ini tanpa wakil walikota. Lihat saja bagaimana marahnya ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah saat acara di kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian kota Banda Aceh.
Pada kegiatan “Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)” yang diselenggarakan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Banda Aceh, Selasa (26/4/2016) di halaman Kantor DKPP, Gampong Pande Banda Aceh Ada yang ganjil pada backdrop acara dan spanduk yang dipasang pun hanya memuat foto Walikota Banda Aceh tanpa disertai Wakil Walikota Banda Aceh. Selain itu ada kesalahan protokoler bagaimana posisi wakil walikota dan ketua DPRK dalam acara tersebut.
Selain itu Illiza terkesan memborong sejumlah kegiatan yang seharusnya diwakili oleh Wakil Walikota. Acara pembukaan pertandingan catur di salah satu warkop kawasan Darussalam dibuka oleh Illiza, sepatutnya pertandingan tersebut dibuka oleh wakil walikota Zainal Arifin karena acara ini dikhususkan bagi kaum adam. Karena itulah tak lama setelah fotonya beredar sedang main catur bersama laki-laki, ramai netizen yang mengkritiknya, inilah salah satu blunder Illiza.
Hal yang sama juga terlihat dalam baliho acara seminar dibawah ini.
Keuchik Zainal, itulah sapaan akrabnya memang tidak pernah diprediksikan akan menjadi wakil walikota setelah Mawardi Nurdin meninggal dunia. Secara etika, jatah wakil walikota berada untuk Demokrat yang saat itu mengusulkan Yudi Kurnia. Namun berkat kongkalikong untuk menghilangkan anak macan, Yudi Kurnia dan Ibnu Rusdi pun tersingkir.
Kini meskipun menjabat sebagai wakil walikota, Zainal Arifin tak ubahnya seperti ban serap. Persis apa yang sedang dialami oleh Muzakir Manaf. Bedanya Muzakir Manaf selaku pimpinan partai pemenang di Aceh mampu maju tanpa harus berkoalisi, sedangkan Keuchik Zainal harus mencari dua kursi tambahan.
Sadar dirinya tidak memiliki elektabilitas dan popularitas, Keuchik Zainal pun merapat ke Aminullah Usman dan bersedia menjadi wakil. Namun hal ini belum diaminkan oleh Aminullah Usman yang harus memilih wakil secara cermat agar kesalahan pada pilwalkot 2012 lalu tidak terulang.
Warga Banda Aceh, Zulhelmi, mengatakan Keuchik Zainal seakan terkena karma akibat duduk dikursi yang tidak seharusnya. “Lihat DKI, ketika Jokowi mundur sebagai Gubernur, lalu muncul kader PDIP lainnya, Djarot yang menempati wakil gubernur. Itulah etika politik, namun dalam politik tidak ada sahabat sejati, ataupun musuh sejati yang ada hanyalah kepentingan sejati.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.