BANDA ACEH – Kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akcam, ke Banda Aceh baru-baru ini dimanfaatkan Walikota Illiza Sa’aduddin untuk menjajaki peluang kerja sama sister city dengan salah satu kota di Turki.
“Kita akan mulai dari sesuatu yang mudah dulu, yang bisa langsung di implementasikan hingga kepada kerjasama yang menyeluruh,” kata Illiza usai bertemu dengan Zekariya di ballroom hotel Hermes Palace, Sabtu, 14 November lalu.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Illiza dan Zekeriya berbicara tentang kemungkinan kerjasama Banda Aceh dan Turki di berbagai bidang, mulai soal air bersih, smart city, green city, hingga penguatan hubungan emosional antara Turki dan Banda Aceh.
Kata Illiza, sebenarnya Turki dan Banda Aceh selama ini juga telah terlibat dalam programrehabilitasi dan rekontruksi Banda Aceh pascagempa dan tsunami 2004 lalu. Saat itu, katanya, Banda Aceh menerima dukungan dan bantuan yang luar biasa dari Turki dan masyarakatnya.
Beberapa waktu lalu, lanjut Illiza, Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah melakukan komunikasi dengan Kota Istanbul.
“Untuk membicarakan kerjasama secara serius, Turki telah mengundang pihak Pemko Banda Aceh berkunjung kesana,” tambah Illiza.
Kata Illiza, Banda Aceh bersama dengan komunitas perkotaan dunia (UCLG-ASPAC) telah menyatakan komitmen untuk membangun suatu kota yang berkelanjutan.
“Saya berharap hubungan baik dan kerjasama yang lebih dekat dengan Turki dapat kembali membantu Banda Aceh berkembang dan tumbuh menjadi kota yang berkelanjutan.
Sementara itu, Zekeriya Akcam mengaku sangat senang bisa datang ke Aceh karena dalam sejarahnya Turki memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Aceh.
“Hubungan antara Turki dan Aceh sudah berlangsung sejak 400 tahun yang lalu sekira abad ke-16.” Ujar Zekeriya.
“Karenanya, kerja sama antara Banda Aceh dan Turki tentu dapat lebih mudah diwujudkan,” kata Zekeriya seraya mengungkapkan jika saat ini ia juga tengah mengumpulkan dokumentasi sejarah Aceh-Turki yang tersebar di berbagai belahan negara.
Ia juga memandang perlu diadakan pertemuan lanjutan untuk membahas potensi kerja sama antara Banda Aceh dan Turki. Ia pun meminta Pemko Banda Aceh untuk menyusun suatu proposal yang memuat lebih konkret bidang-bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan. “Sehingga kami juga dapat menyiapkan formula atau lembaga yang tepat untuk membantu Banda Aceh nantinya,” pungkas Zekeriya.
Turut hadir mendampingi Illiza pada pertemuan yang berlangsung sekira satu jam itu antara lain Sekdako Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Ir T Iwan Kesuma, Kadinkes dr Media Yulizar MPh, Kepala BKPP Dra Emila Sovayana, Kepala DK3 Jalaluddin ST MT, Kepala DSI Mairul Hazami SE MSi dan Dirut PDAM T Novizal Aiyub. (Rilis)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.