Banda Aceh - Selama kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin, angka kriminalitas di Aceh menurun tajam, data dari pihak Polresta Banda Aceh selama tahun 2017, angka kriminal turun hingga 40 persen.
Hal ini membuktikan sinergitas pemko Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh semakin gemilang. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memuji kepemimpinan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin yang sigap melihat potensi kriminal di Banda Aceh.
“Banda Aceh adalah kota paling aman di Indonesia, mari kita jaga kondusifitas di kota Gemilang, agar tercipta rasa aman dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banda Aceh yang berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat, pemko Banda Aceh mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada jajaran Polresta Banda Aceh dan Kodim 0101 BS Aceh Besar,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Sat Reksrim Polresta Banda Aceh Berhasil turunkan angka kriminal di Banda Aceh Kasus kriminal di tahun 2017 di Kota Banda Aceh turun hingga 40 persen dibandingkan 2016.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq mengatakan, sepanjang tahun 2016 ada 630 kasus yang mereka tangani. “Pada tahun 2017 turun menjadi 496 kasus kriminalitas yang telah kita tangani,” ujar AKP M Taufiq, dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolresta Banda Aceh, Jumat, 29 Desember 2017.
Penurunan angka tersebut kata dia menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat telah tinggi dalam mengatasi hal kriminalitas. “Untuk sejumlah kasus pada tahun 2017 menurun seperti kasus pencurian kendaraan bermotor pada 2016 sebanyak 111 kasus, sedangkan pada tahun 2017 turun 88 kasus,” sebutnya.
Adapun beberapa kasus kriminalitas yang mendominasi di tahun 2017 seperti kasus penggelapan dan penipuan sebanyak 99 kasus dengan tersangka berjumlah 15 orang; pencurian 88 kasus, jumlah tersangka 3 orang; penganiayaan 44 kasus, tersangka 9 orang; dan penipuan 40 kasus.
Sementara itu kasus pencabulan yang sempat menjadi trending dengan 4 kasus di tahun 2016, saat ini turun menjadi 2 kasus. “Rata-rata para tersangka pada tahun ini sudah sudah P21,” ujarnya. “Semua turun pada tahun ini, tidak terlalu menonjol, semua kasus yang ada tertangani semua,” ujarnya lagi.
Semua usia pelaku kasus kriminilitas yang telah ditangani oleh Polresta Banda Aceh dikatakan relatif, mulai dari usia 17-50 tahun. Sedangkan motif para pelaku masih dengan alasan lama. “Lata belakang, hampir semua dikatakan karena faktor ekonomi, alasan lama. Dari semua pelaku bahkan ada sebagian pemain lama. Pelaku sudah lakukan berulang-ulang,” ujarnya (red/rel)




