Aminullah Jadi Narasumber Nasional STBM Kemenkes

Laporan ,

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan Kick off Meeting Rencana Aksi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Melalui 5 Pilar STBM Tahun 2021-2030 yang diselenggarakan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Acara dilaksanakan secara virtual melalui Zoom App, wali kota mengikuti langsung dari Pendopo didampingi Kadis Kesehatan Lukman dan Kabag Prokopim Said Fauzan. Kegiatan dibuka oleh Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, drg Kartini Rustandi M Kes.

Selain Aminullah, sharing session diisi pula oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tuwuh.

Dalam kesempatannya, Aminullah turut membagikan pengalaman pembelajaran baik dalam pelaksanaan kegiatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang disaksikan seribuan peserta meeting.

Aminullah menguraikan lengkap terkait upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yang merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Sesuai dengan visi, dan misi kami poin nomor empatnya, yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu ini menjadi fokus kami dalam pembangunan di Banda Aceh,” ujarnya.

Katanya, Banda Aceh telah mencapai 5 Pilar STBM yang mencakup stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir, pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT), pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

“Dalam meningkatkan pelayanan di bidang kebersihan kota kita telah memberikan nomor call center. Bahkan nomor pribadi saya, jadi langsung kepada wali kota pun boleh dilaporkan. Maka kebersihan kota itu betul-betul kita rasakan,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan kegiatan STBM di Banda Aceh. Beberapa sosialisasi diantaranya Sosialisasi 5 Pilar STBM kepada Petugas dan Pemrintah Kota Banda Aceh sejak 2015 sampai 2021, Sosialisasi dan penyuluhan 5 Pilar STBM kepada masyarakat melalui Camat Geuchik dan Puskesmas sejak tahun 2015 sampai sekarang, Pembentukan TIM pelaksana STBM, terdiri dari (Pemerintah, Masyarakat, LSM dan swasta) sejak tahun 2017, pelaksanan Pemicuan/Simulasi 5 Pilar STBM ke masyarakat sejak tahun 2019, pelaksanaan Kegiatan oleh Pemerintah, Masyarakat, LSM dan swasta berkolaborasi dan bersama-sama, mewujudkan Kota Sehat dengan mendorong “OPEN DEFECATION FREE” melalui Konsep Pembagunan bergerak bersama.

“Namun, bagaimana kita bisa membuat masyarakat sehat, ini tentu melibatkan semua pihak, baik itu pemerintahan dan juga laspisan masyarakat. STBM tentu sangat mendorong masyarakat hidup bersih dan sehat,” katanya.

Di samping itu, Aminullah mengatakan, dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemko Banda Aceh terus membangun rumah bagi kaum duafa, dengan tujuan semua terbebas dari kemiskinan dan kumuhnya tempat tinggal.

“Kita bangun 300 unit rumah lebih, mereka selama ini hidup sangat susah dan kumuh. Ada satu kejadian, rumah 6×9 meter ditinggali 13 orang dalam satu keluarga. Saat itu langsung ambil tindakan untuk melakukan bedah rumah, yang dalam sepuluh hari rampung menjadi rumah sehat. Hal ini juga mendukung upaya dalam 5 pilar STBM,” pungkasnya.

Untuk diketahui, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Banda Aceh mampu mempertahankan capaian IPM tertinggi kedua Nasional secara berturut-turut semenjak 2019 sebesar 85,07 persen. Sedangkan pada 2020 sebesar 85,41 persen setelah Kota Yogyakarta.