Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan Dituding Hobi Pencitraan

0

Banda Aceh - Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan melakukan sidak ke pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Hal ini untuk mengecek kondisi toilet pelabuhan yang dilaporkan kurang bersih.

Namun warga menganggap sidak ini hanyalah pencitraan belaka jelang pileg 2019.

Abdullah, warga Ulee Lheue menilai sidak yang dilakukan Irwan Djohan murni pencitraan disaat elektabilitas dirinya semakin memudar.

“Simpati rakyat sudah hilang kepada Irwan Djohan, selama duduk sebagai Wakil Ketua DPRA tidak ada manfaat bagi rakyat, dulu bisa menang karena euforia timses saat kalah di Pilkada 2012, tapi sekarang timses-timsesnya pun sudah meninggalkan dirinya, bahkan ada yang mantan timses inti Irwan Djohan siap melawan dirinya dengan maju sebagai Bacaleg di Dapil 1 DPRA,” katanya.

Saifullah, warga Meuraxa juga heran dengan kedatangan Irwan Djohan ke toilet Ulee Lheue. “Setahu saya toilet Ulee Lheue sudah ada petugas khusus kebersihan, kenapa masih bisa jorok. Seharusnya selaku Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan bisa langsung menegur Kadis Perhubungan Banda Aceh, Muzakkir Tulot ini dikit-dikit publish ke facebook, apa juga jabatan hebat Wakil Ketua DPRA,” katanya.

Saat ada seorang warga menyindir aksi pencitraan Irwan di facebooknya, Irwan membalasnya dengan kata-kata yang kurang pantas.

“Tindak lanjut terserah pada Pemimpin di Kota Banda Aceh.

Karena Pelabuhan Ulee Lheue ini berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Soal dianggap sidak ini adalah PENCITRAAN saya menjelang 2019, gak ada masalah.

Anda punya otak dan mulut, bebas untuk berpikir dan berbicara sesuka Anda,” kata Irwan Djohan.

Hal ini cukup mengejutkan warga Aceh, yang selama ini menganggap Irwan Djohan sosok yang santun dalam bertutur kata.

Jawaban Irwan Djohan ini bahkan dibahas disejumlah grup WA, lantaran banyak warga yang kecewa dengan tutur bahasa Wakil Ketua DPRA.

Irwan Djohan juga membohongi warga yang bertanya apakah dirinya akan maju ke DPRK atau DPRA. Irwan malah menjawab DPR RI.

Padahal dari berkas pendaftaran DPR RI Partai Nasdem tidak ada nama Irwan Djohan baik dari Dapil 1 ataupun 2.

Irwan Djohan dinilai mulai kehabisan cara untuk meraih simpati warga jelang Pileg 2019.

Saat baru menjabat sebagai anggota DPRA, Irwan sempat membagikan daftar rincian gaji perbulan yang diterimanya. Namun setelah menjadi tertawaan publik, Irwan tidak lagi mempublish rincian gajinya.

Anggota DPRA dari PNA, Samsul Bahri alias Tiyong juga pernah menyindir Irwan Djohan sebagai tokoh pencitraan dalam kisruh RAPBA 2018 lalu.

“Dugaan saya tindakan saudara Irwan hanya sebagai bentuk pencitraan personal di depan publik,” jelasnya.

Selama ini yang bersangkutan telah beberapa kali membangun panggung pencitraan untuk dirinya sendiri di saat DPRA mendapat cibiran dari masyarakat.

Harusnya sebagai pimpinan, dialah yang paling bertanggung jawab untuk membangun citra positif lembaga DPRA. Bukan justru meruntuhkan harkat dan wibawa lembaga. Dia ingin jadi pahlawan, yang lain jadi pecundang. Inikan tidak benar.

“Saya menghimbau saudara Irwan untuk berhenti mengeluarkan statement yang dapat menimbulkan polemik di tengah publik,” tambah Tiyong.

Para pemilih di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang semakin pintar dan tidak mudah lagi percaya gaya pencitraan dari seorang dewan. Maklum saja, jelang Pileg 2019, banyak dewan yang mulai panik, ditambah lagi tidak ada amunisi dana aspirasi setelah APBA di Pergubkan.

Jadilah dewan yang smart, mengkritik dengan memberikan solusi. (wsy/lintasnasional)

Facebook Comments