Wali Kota dan Direktur Bisnis Bulog Teken MoU Bidang Komoditi Pangan

Laporan ,

Banda Aceh – Bertepatan dengan program Bulan Peduli Gizi dan dalam rangka memeriahkan hari jadi kota ke-817, Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng Perum Bulog untuk bekerja sama dalam hal penyediaan komoditi pangan.

Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara kedua belah pihak diteken oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di Gampong Lam Ara, Kamis 21 April 2022.

Untuk tahap awal, Perum Bulog menyalurkan sebanyak 3.330 pcs beras Fortivit kemasan 1kg untuk masyarakat Banda Aceh. Fortivit sendiri merupakan beras bervitamin yang diproduksi bulog dan diklaim sangat cocok untuk anak-anak guna mencegah/mengatasi stunting atau gagal tumbuh.

Dalam sambutannya, Febby Novita mengatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak sejarah wujud kepedulian pemko terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan. “Apresiasi kepada pemko dan pak wali beserta jajaran yang telah mewujudkan kerja sama ini.”

Ia pun mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif mendukung rantai pasok pangan lokal, “Caranya dengan menjadi konsumen produk petani kita sendiri, salah satunya yakni beras Fortivit ini,” ujarnya.

Kata Febby, Fortivit beras yang kaya vitamin B, zat besi, dan asam folat. “Kita sudah coba di beberapa daerah, selama tiga bulan anak kurang gizi atau stunting mengonsumsi Fortivit, kenaikan berat badannya signifikan.”

“Dan untuk Banda Aceh selama tiga bulan ke depan, kita akan salurkan 3,3 ton beras Fortivit yang diprioritaskan untuk anak-anak terindikasi gizi buruk atau stunting,” ujarnya sembari manyatakan komit untuk bekerja sama dan besinergi lebih luas dengan Pemko Banda Aceh.

Sebelumnya pada momen yang sama, Wali Kota Aminullah mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut merupakan wujud diplomasi tenis. “Kebetulan di sela-sela kegiatan dinas di Jakarta, saya kerap bermain di lapangan tenis Perum Bulog Jakarta,” katanya.

Di sana pula, ia berkesempatan bersilaturahmi dengan jajaran petinggi bulog, termasuk Direktur Bisnis Febby Novita. “Begitu ada wacana kerja sama penyaluran komoditi pangan, saya langsung menyambut baik,” kata Aminullah.

Selanjutnya bersama Bulog Aceh dan jajaran pemko, wacana tersebut digodok matang, “Dan alhamdulillah hari ini menjadi nyata dengan penekenan MoU dan penualuran bantuan beras Fortivit guna penanganan/pencegahan stunting di Banda Aceh.”

Mengenai kondisi stunting di Banda Aceh, Aminullah mengungkapkan persentasenya terendah se-Provinsi Aceh. “Kita 23,4 persen – di bawah rata nasional dan provinsi. Namun ada batas toleransi dari WHO, yakni 20 persen. Jadi kita masih ada tugas untuk mengejarnya.”

Ia pun optimis dengan dukungan bulog, BKKBN, dan seluruh pihak terkait angka stunting di Banda Aceh dapat ditekan hingga di bawah 20 persen dalam tahun ini. “Saya juga mengimbau agar masyarakat memastikan gizi cukup bagi anak di usia 1.000 hari pertama, dan senantiasa menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan,” ujarnya.

Usai penandatanganan MoU, Wali Kota Aminullah dan Direktur Bisnis Perum Bulog turut menyerahkan secara simbolis beras Fortivit untuk kaum ibu di Gampong Lam Ara. Terlihat hadir di sana, Kepala BKKBN Aceh Sahidal Kastri, Sekdako Banda Aceh Amiruddin, dan sejumlah pejabat lainnya.