Wali Kota Yakin Sektor Pariwisata Bangkit

Laporan ,

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyatakan optimis sektor pariwisata di Aceh, khususnya Banda Aceh akan kembali menggeliat. Destinasi/objek wisata yang komplet plus terus menurunnya grafik Covid-19 yang mendasarinya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Aminullah saat mengisi talkshow “Optimisme Kebangkitan Pariwisata Aceh” yang digelar Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Banda Aceh di The Pade Hotel, Kamis 21 Oktober 2021.

Narasumber lainnya, yakni Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Achris Sarwani, Bupati Aceh Jaya yang diwakili oleh Asisten I Mustafa Ramadhan, dan traveller/entrepreneur Steffy Burase. Bertindak sebagai moderator: Iskandarsyah Madjid yang juga Ketua IMA Aceh.

Menurut Aminullah, Pemko Banda Aceh sangat komit dalam mengembangkan sektor pariwisata. Bahkan komitmen itu dituangkan dalam misi ketiga pemerintahannya: meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat.

“Karena kota kecil, mustahil kita kembangkan pertanian atau perternakan. Oleh sebab itu, kita optimalkan pembangunan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian. Pariwisata juga menyokong Banda Aceh sebagai kota pusat jasa dan perdagangan di Aceh,” ujarnya.

Selama menjabat wali kota, berbagai sarana dan prasarana serta kebijakan pro pariwisata terus dilahirkan Aminullah. Hasilnya pun berbuah manis. “Jumlah wisatawan yang datang ke Banda Aceh meningkat drastis dari 372 ribu orang pada 2018, menjadi 532 ribu pada 2019.”

Namun pandemi Covid-19 memutus laju impresif tersebut. “Banda Aceh menutup tahun 2020 dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 172 ribu. Dan per September tahun ini, angkanya baru 145 ribu orang, baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Meski begitu, ia optimis pariwisata Aceh dan Banda Aceh khususnya akan kembali menggeliat, seiring meredanya pandemi. “Sekarang semua daerah di Aceh sudah bebas dari PPKM level 4. Dan Banda Aceh sudah berada di level dua dan zona kuning. Imbasnya semua sektor lebih leluasa kita gerakkan, termasuk pariwisata.”

Terlebih, ungkapnya lagi, Banda Aceh memiliki destinasi wisata yang komplet dan tak ada di daerah lain. “Mulai dari seni budaya, sejarah, edukasi gempa bumi-tsunami, bahari, kuliner, hingga kopinya yang mendunia. Kopi Aceh itu paling mantap sedunia. Kalau kulinernya 3E: enak, enak sekali, dan enaaak sekali.”

Semua kelebihan itu pun didukung dengan segudang prestasi, apresiasi, dan penghargaan dari pemerintah pusat. “Baru-baru Banda Aceh didaulat sebagai kota dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat terbaik di Indonesia dan Kota Layak Anak. Sebelumnya kota kami juga didapuk sebagai kota paling aman di Indonesia oleh Kemendagri. Tentu ini akan menjadi penunjang kebangkitan pariwisata Banda Aceh,” kata Aminullah.